BERITA TERKINI
Kemenpar Dorong Wonderful Indonesia Wellness Digelar Rutin, Seri Perdana Fokus di Jawa pada November 2025

Kemenpar Dorong Wonderful Indonesia Wellness Digelar Rutin, Seri Perdana Fokus di Jawa pada November 2025

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyatakan ingin program acara bertajuk Wonderful Indonesia Wellness (WIW) digelar secara berkelanjutan pada tahun-tahun berikutnya. Program ini ditujukan agar pengunjung dari berbagai negara semakin mengenal kekayaan wisata kebugaran Indonesia sekaligus mendorong minat wisatawan untuk berkunjung.

Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam konferensi pers Wonderful Indonesia Wellness di Jakarta, Rabu. Widiyanti mengatakan pihaknya berharap dukungan dari pelaku industri, operator, agen perjalanan, dan media agar sektor ini dapat berkembang.

Rangkaian WIW 2025 dimulai 1–30 November

Widiyanti menjelaskan, penyelenggaraan WIW saat ini difokuskan di Pulau Jawa. Rangkaian utama direncanakan berlangsung pada 1–30 November 2025 dengan menghadirkan dua festival regional.

  • Royal Surakarta Wellness Festival, diprakarsai Keraton Surakarta.
  • Jogja Cultural Wellness Festival, melibatkan komunitas dan industri kebugaran di DI Yogyakarta.

Keduanya disebut merepresentasikan esensi tradisi Jawa dan semangat hidup kebugaran budaya Indonesia yang otentik. Widiyanti menilai perpaduan kearifan tradisi kuno dan praktik kebugaran modern di jantung Pulau Jawa akan menjadi kesempatan bagi pengunjung untuk menemukan penyembuhan, makna, dan koneksi.

Kemenpar: Wellness tourism berkembang, kategori wisata kebugaran telah dipetakan

Menurut Widiyanti, industri wisata kebugaran saat ini berkembang dengan sangat baik. Pada 2023, Kemenpar mengelompokkan wisata kebugaran ke sejumlah kategori utama, meliputi hutan ekologi, alam laut, herbal, pengobatan alternatif komplementer, kuliner sehat, gaya hidup sehat dan kebugaran, seni dan acara, penyembuhan mental dan spiritualitas, serta spa dan kecantikan.

Widiyanti juga menyebut Indonesia berada di peringkat pertama untuk wellness economy di Asia Tenggara dengan nilai 56,4 miliar dolar AS. Dengan menggunakan tingkat pertumbuhan 7,44 persen pada 2029, ia memperkirakan nilainya menjadi sekitar 86,8 miliar dolar AS.

Rencana perluasan ke Bali, Jakarta, dan Sumatera Utara

Dengan potensi tersebut, Kemenpar berencana mendorong agar WIW digelar berkelanjutan di kota lain. Widiyanti menyebut Bali sebagai salah satu lokasi yang dipertimbangkan, dengan catatan sekitar 25 hingga 30 persen wisatawan datang untuk healing (penyembuhan). Selain Bali, kota lain yang ditargetkan masuk dalam penyelenggaraan WIW pada tahun-tahun berikutnya adalah Jakarta dan Sumatera Utara.

Target pengunjung dan proyeksi perputaran ekonomi

Kemenpar menargetkan 7.500 orang berkunjung ke WIW 2025, baik dari dalam maupun luar negeri. Widiyanti juga menyampaikan keyakinannya bahwa promosi kekayaan wisata kebugaran Indonesia serta acara tersebut ke negara lain seperti Korea Selatan dan Beijing dapat menarik minat lebih banyak negara untuk berinvestasi di industri ini.

Ia menambahkan, pihaknya berharap minat kehadiran juga datang dari negara-negara seperti Australia, Malaysia, India, dan Jepang. Untuk WIW 2025, Widiyanti memperkirakan target perputaran ekonomi dari tiket secara kasar sekitar Rp6,7 miliar, dengan dampak tidak langsung dari akomodasi, transportasi, kuliner, dan UMKM yang diperkirakan mencapai Rp13 miliar.