Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan Karnaval Binokasih akan dijadikan agenda tahunan dan digelar lintas daerah. Karnaval yang berakar dari tradisi Keraton Sumedang itu diproyeksikan menjadi ikon budaya tingkat provinsi, tidak hanya sebagai perhelatan lokal.
Dedi mengatakan pelaksanaan karnaval direncanakan dimulai pada 2 Mei di Sumedang dan akan diintegrasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar gaungnya lebih luas. Pernyataan tersebut disampaikan Dedi pada Rabu, 29 April 2026.
Rangkaian karnaval dirancang bergerak dari satu daerah ke daerah lain dengan membawa narasi sejarah dan budaya Sunda. Setelah dimulai di Sumedang pada 2 Mei, kegiatan berlanjut pada 3 Mei di Kawali, Kabupaten Ciamis, yang dikenal sebagai pusat Kerajaan Sunda Kawali. Rute kemudian menuju Kampung Naga di Tasikmalaya, dilanjutkan ke Cianjur dengan titik akhir di gedung keresidenan yang disebut sebagai bekas ibu kota Priangan pada masa lalu.
Perjalanan berikutnya diteruskan ke Bogor dengan rute Batutulis hingga Kebun Raya Bogor. Setelah jeda satu hari, karnaval akan terintegrasi dengan peringatan Hari Jadi Kota Depok dengan menonjolkan kawasan heritage peninggalan Belanda. Dari Depok, rombongan bergerak ke Karawang menuju Pesantren Syekh Quro, sebelum mencapai puncak acara di Cirebon, dari Bale Jayadewata hingga Kesultanan Kasepuhan.
Dedi menegaskan rangkaian tersebut disusun untuk mengenang sejarah dengan alur yang jelas hingga berakhir di Kesultanan Kasepuhan. Selain aspek budaya, ia juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif menjaga lingkungan di sepanjang rute. Menurutnya, daerah yang dilalui harus bersih dan setelah pelaksanaan akan ada program pembangunan.
Sejumlah kawasan yang dilintasi karnaval disebut akan mendapat perhatian pembangunan. Rencana itu mencakup renovasi Keraton Sumedang, penataan Kawali, peningkatan fasilitas wisata di Kampung Naga, serta penguatan daya dukung situs sejarah di Cianjur, Depok, Karawang, dan Cirebon. Pemerintah berharap dampak kegiatan tidak hanya dirasakan pada sektor budaya, tetapi juga pada penataan infrastruktur dan lingkungan.