Paris dan kawasan Grand Paris menyiapkan beragam kegiatan budaya untuk musim panas 2026, mulai dari tur berpemandu, jalan-jalan kota bersama pemandu ahli atau warga setempat, hingga pelayaran. Sejumlah aktivitas tercantum dalam program dan beberapa di antaranya tersedia secara gratis, dengan catatan kuota peserta terbatas.
Agenda pada Juni, Juli, dan Agustus 2026 diperkirakan padat, terutama karena rangkaian kegiatan Été du Canal yang berlangsung dari Juni hingga Agustus di sepanjang Kanal Ourcq, Kanal Saint-Denis, dan Sungai Seine. Program ini menonjolkan kegiatan luar ruang seperti pelayaran, berjalan-jalan, serta berbagai aktivitas di area kanal.
Untuk periode 27 Juni hingga 9 Agustus, Été du Canal menawarkan pilihan pelayaran di Sungai Seine dan kanal-kanal Paris, termasuk kegiatan seperti pengenalan kayak. Pengunjung juga dapat datang pada akhir pekan ke Kanal Ourcq untuk menggunakan navette tanpa reservasi dengan tarif 1 atau 2 euro. Selain itu, tersedia “pantai-pantai Été” di sepanjang kanal yang menghadirkan aktivitas bagi anak-anak maupun orang dewasa.
Di luar program tersebut, kegiatan luar ruang lain juga ditawarkan, termasuk tur kapal di Sungai Seine atau Kanal Saint-Martin untuk menikmati pemandangan bangunan ikonik serta kawasan bersejarah Paris dari atas air. Ada pula kegiatan Paris Plage di kolam Villette, serta tur jalan kaki berpemandu di sejumlah kawasan Paris dan La Courneuve.
Salah satu rute yang disorot adalah jelajah Kanal Saint-Martin, yang mengajak peserta menelusuri jejak Paris “warga biasa” di antara sisa-sisa kawasan industri, lokasi syuting film, dan deretan kafe yang tengah populer, dengan tur bertajuk dari Grisette hingga La Villette.
Di Grand Paris, tersedia pula kegiatan bertema alam dan kebun anggur. Salah satunya adalah kunjungan ke kebun anggur Noisy-le-Grand yang didampingi anggota persatuan Clos Saint-Vincent. Tur ini mencakup cerita mengenai kebun anggur, kunjungan ke ruang vinifikasi tempat cuvée diproduksi, serta gambaran pekerjaan pemangkasan yang dimulai sejak Maret untuk menyiapkan panen berikutnya.
Bagi yang mencari rute kota yang tidak biasa, tersedia tur bertema supranatural yang menelusuri berbagai kisah, mulai dari kejahatan misterius pada masa Louis XIV, aliran satanisme dan romantisme pada abad ke-19, hingga sejarah ritual pemakaman. Ada pula tur street art di arrondissement ke-19 yang menyoroti seni urban, kanal, serta isu feminisme.
Penyelenggara juga menyebut adanya tur gratis yang tersedia sepanjang tahun, namun jumlah tempat terbatas sehingga peserta diminta mendaftar lebih awal.
Untuk anak-anak dan keluarga, pilihan kegiatan mencakup kunjungan atelier di Basilika Katedral Saint-Denis, kunjungan-aktivitas berbentuk tebak-tebakan di lorong-lorong tertutup sebagai perjalanan keluarga penuh petunjuk, lokakarya keluarga di Museum Seni dan Sejarah Paul Eluard di Saint-Denis, serta rute permainan di Montmartre yang mengajak peserta “naik bukit” mengikuti jejak Francisque Poulbot bersama pemandu Emilie Poulbot.
Grand Paris juga menawarkan rangkaian kunjungan bertema minuman beralkohol dan anggur melalui spiritourisme, dari produsen anggur dan minuman keras hingga distileri perkotaan. Program yang disebut antara lain kunjungan dan pencicipan di Paname Brewing Company yang berjarak sekitar 15 menit dari Stade de France, lokakarya gin di Distileri l’Alambic Parisien untuk meracik gin pribadi dengan pendampingan master penyuling, serta tur kunjungan dan degustasi di brasserie Gallia, pembuat bir Paris yang dikenal pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.
Bagi pencinta museum, terdapat ajakan untuk menjelajahi museum-museum yang kurang dikenal di Grand Paris, termasuk pameran “Kourtney Roy - All inclusive” di Citéco, penelusuran sejarah Paris selama 5.000 tahun di Musée Carnavalet melalui koleksi peninggalan, peta, maket, dan karya seni, serta pameran “Croire et Guérir” di Musée d'Art et d'Histoire de Saint-Denis.
Sejumlah monumen dan lokasi ikonik juga ditawarkan dengan pendekatan berbeda. Misalnya, tur di Basilika Katedral Saint-Denis yang mencakup akses ke lokasi proyek Fabrique de la Flèche di hadapan para pengrajin. Ada pula tur “balik layar” di Stade de France untuk melihat area yang tidak bisa diakses publik seperti tribun, ruang ganti, dan ruang pers. Pengunjung juga dapat menjelajahi tempat-tempat unik seperti Pengadilan Baru Paris karya Renzo Piano atau mengikuti pengalaman mendalam di jantung bandara Paris-Charles de Gaulle.
Selain itu, tersedia pilihan bertema sinema melalui les ciné-balades yang menelusuri lokasi syuting legendaris, jelajah passages couverts Paris, hingga pengalaman di Montmartre bersama pemandu yang bernyanyi.