BERITA TERKINI
ASEAN Izinkan Menlu dan Diplomat Myanmar Ikuti Agenda Sampingan Secara Daring Mulai Juli

ASEAN Izinkan Menlu dan Diplomat Myanmar Ikuti Agenda Sampingan Secara Daring Mulai Juli

ASEAN mengizinkan menteri luar negeri dan diplomat Myanmar mengikuti agenda sampingan secara virtual dalam pertemuan tingkat menteri luar negeri ASEAN mulai Juli mendatang. Kebijakan ini menandai kelonggaran terbaru setelah pembatasan partisipasi Myanmar diberlakukan sejak kudeta militer pada Februari 2021.

Menurut sumber yang mengetahui persoalan tersebut, kelonggaran diberikan setelah ASEAN menyesuaikan diri dengan struktur pemerintahan baru di Myanmar yang dipimpin Presiden Min Aung Hlaing, mantan pemimpin junta. Sejak Oktober 2021, ASEAN melarang kehadiran pemimpin Myanmar dalam agenda organisasi.

Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, pada Jumat, para pemimpin negara anggota—kecuali Myanmar—membahas kerja sama maritim dan respons bersama terhadap krisis energi yang dipicu serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Pembahasan mencakup usulan kerja sama untuk mengamankan pasokan minyak.

Sebelumnya, dalam pertemuan tingkat menteri luar negeri ASEAN di Cebu pada Kamis (7/5), Thailand mengusulkan agar Myanmar diizinkan ikut serta dalam pertemuan lanjutan pada Juli. Namun, menurut sumber yang sama, Singapura menentang usulan tersebut dan menolak kehadiran menlu Myanmar dalam pertemuan utama secara langsung.

ASEAN tetap melanjutkan upaya dialog dengan otoritas Myanmar setelah kudeta yang menggulingkan pemerintahan sipil, namun terus menyatakan keprihatinan terhadap konflik yang berkepanjangan di negara itu. ASEAN juga mendesak Myanmar berkomitmen menjalankan Konsensus Lima Poin, termasuk penghentian kekerasan serta fasilitasi pertemuan antara utusan khusus ASEAN dengan seluruh pihak terkait.

Sumber tersebut menyebutkan, menlu Filipina—yang negaranya memegang keketuaan ASEAN tahun ini sekaligus bertugas sebagai utusan khusus ASEAN untuk Myanmar—menilai tidak ada penolakan terhadap kehadiran menlu Myanmar secara daring dalam pertemuan Juli.

ASEAN merupakan organisasi geopolitik dan ekonomi yang beranggotakan Filipina, Indonesia, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Singapura, Thailand, Timor Leste, Vietnam, dan Myanmar.