BERITA TERKINI
TP PKK Sulsel Gelar Rapat Koordinasi di Luwu Timur, Bahas Penguatan Program hingga Kesiapan Agenda Nasional 2026

TP PKK Sulsel Gelar Rapat Koordinasi di Luwu Timur, Bahas Penguatan Program hingga Kesiapan Agenda Nasional 2026

Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Rapat Koordinasi dan Pembinaan Program Pokok PKK di Kabupaten Luwu Timur. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan program prioritas serta meningkatkan sinergi antara TP PKK provinsi dengan TP PKK kabupaten/kota.

Rapat dihadiri jajaran pengurus TP PKK Provinsi Sulsel, TP PKK Kabupaten Luwu Timur, serta perwakilan kader PKK setempat. Sejumlah agenda dibahas, mulai dari evaluasi pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas pelaporan dan dokumentasi, hingga pembahasan isu strategis di daerah.

Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan dalam arahannya menekankan pentingnya optimalisasi pelaksanaan program secara berkelanjutan hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan. Langkah tersebut dinilai menjadi fondasi untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera, mandiri, dan berkualitas.

Dalam forum itu turut dipaparkan capaian serta kondisi terkini pelaksanaan program di Kabupaten Luwu Timur. Salah satu fokus utama ialah Program Keluarga SEHATI (Sejahtera, Harmonis, Aman, Tentram, dan Penuh Kasih) yang dijalankan oleh Pokja I.

Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA), pada 2025 tercatat 55 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Luwu Timur. Dari jumlah tersebut, terdapat 17 kasus kekerasan fisik, 1 kasus kekerasan psikis, dan 32 kasus kekerasan seksual.

Namun, angka itu disebut diperkirakan belum menggambarkan kondisi sebenarnya. Kasus yang terlaporkan kepada UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) diyakini hanya sebagian kecil dari kejadian di lapangan atau dikenal sebagai fenomena gunung es.

Selain isu kekerasan, data Pengadilan Agama Luwu Timur mencatat terdapat 24 anak yang memperoleh dispensasi kawin sepanjang 2025. Kondisi ini menjadi perhatian karena perkawinan anak berpotensi menimbulkan dampak sosial, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

Di sektor pemberdayaan ekonomi, TP PKK Luwu Timur melaporkan pembinaan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) dengan total 17 kelompok binaan, terdiri dari 10 usaha kuliner dan 7 usaha kerajinan. Sebagai dukungan, TP PKK Provinsi Sulsel pada 2025 menyalurkan bantuan 300 unit kemasan produk kepada empat pelaku UMKM, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk dan daya saing usaha masyarakat.

Rapat koordinasi juga membahas kesiapan Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Tingkat Nasional dan Hari Ulang Tahun Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tahun 2026. Seluruh jajaran TP PKK diharapkan meningkatkan kesiapan administrasi, kelengkapan data, kualitas pelaksanaan program, serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna menyukseskan agenda nasional tersebut.

Melalui rapat ini, TP PKK Sulsel menargetkan implementasi 10 Program Pokok PKK semakin optimal, terukur, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat komitmen kader dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat.