Sebelum dikenal luas lewat lagu-lagu cinta, komposer Thanh Tùng lebih dulu meninggalkan jejak melalui karya-karya yang terkait dengan tema tanah air, aransemen musik, serta musik film. Sejumlah karyanya menunjukkan karakter kuat yang kemudian identik dengan warna musik era 1980-an.
Salah satu warisan penting yang kerap luput dibicarakan—antara lain karena keterbatasan dokumentasi—adalah kontribusinya dalam menggarap remix lagu-lagu yang diproduksi Ho Chi Minh City Record Factory. Melalui proyek remix ini, ratusan lagu diperkenalkan kepada publik dan menjadi hit pada masanya berkat aransemen serta pengarahan musik yang ia lakukan.
Sejumlah lagu yang diaransemen Thanh Tùng hingga kini masih dicari kolektor dan dianggap sebagai versi klasik. Di antaranya “Bài ca không quên” (Pham Minh Tuan; dinyanyikan Cam Van), “Tình biển” (Tran Quang Huy; dinyanyikan Nha Phuong), “Cánh hoa lưu ly” (Diep Minh Tuyen; dinyanyikan Hoa Mi), “Trị An âm vang mùa xuân” (Ton That Lap; dinyanyikan Nha Phuong dan Hoang Cuc), “Nơi em gặp anh” (Hoang Hiep; dinyanyikan Lam Xuan), serta “Mimosa” (Tran Kiet Tuong; dinyanyikan Chanh Tin).
Aransemen-aransemen tersebut menghadirkan semangat pop-rock yang segar, dipadukan dengan instrumen gesek yang berakar dari dasar musik klasiknya. Perpaduan itu menghasilkan melodi yang menarik dan mudah diingat—yang kini kerap disebut sebagai “kait”—dan ikut mendorong popularitas lagu-lagu tersebut di kalangan pendengar.
Pengaruh pendekatan aransemen ini kemudian tampak dalam karya-karya musik ringannya, membentuk gaya 1980-an yang khas dan menonjol, sekaligus berbeda dari banyak musisi pada periode yang sama. Ketika kembali diputar di berbagai siaran, lagu-lagu tersebut disebut masih mendapat sambutan hangat dari pendengar generasi sebelumnya karena membawa nuansa nostalgia.
Di luar ranah lagu populer, Thanh Tùng juga menggubah musik untuk sejumlah film animasi produksi Perusahaan Film Umum Kota Ho Chi Minh (kini Studio Film Giai Phong). Beberapa judul yang disebut akrab bagi penonton muda pada masa itu antara lain “Jangkrik dan Semut”, “Payung Ramah”, “Bola Tercinta”, “Kucing Jatuh ke Sumur”, serta “Meminjam Wewenang Harimau”.
Namun, ketika membicarakan warisan musik filmnya, salah satu karya yang menonjol adalah seri film Vietnam delapan episode “Permainan Kartu Terbalik”. Dalam seri tersebut, Thanh Tùng menggubah musik mulai episode 2, “Bidak Catur yang Bergerak”, hingga akhir. Lebih dari 40 tahun berselang, penonton disebut masih mengingat melodi pembuka yang muncul ketika karakter Nguyễn Thành Luân (diperankan Nguyễn Chánh Tín) turun dari mobil dan memasuki hutan karet.
Ia juga menulis musik untuk film-film bertema perang, termasuk serial dua bagian “Hòn đất” dan “Chiến trường chia nửa vầng trăng” (keduanya disutradarai Hồng Sến). Selain itu, Thanh Tùng disebut pernah berkolaborasi dengan Trịnh Công Sơn dalam film “Bãi biển đời người”, sebuah kerja sama yang dinilai kurang banyak diketahui.
Meski tidak menggubah banyak lagu tentang pembangunan tanah air, karya-karyanya tetap meninggalkan kesan kuat, terutama bagi pendengar radio. Sejumlah lagu ditulis pada masa gerakan lagu politik yang dinamis, seperti “Kembali ke Tri An” (juga dikenal sebagai “Matahari Tri An”, pertama kali direkam oleh Chanh Tin dan Bich Tram) yang populer dan kerap dibawakan kelompok-kelompok lagu politik.
Lagu lain yang ia tulis untuk Grup Tari dan Musik Hai Dang (provinsi Phu Khanh, kini Khanh Hoa) untuk sebuah festival juga disebut menjadi hit di radio karena musiknya yang unik dan inovatif, berbeda dari “lagu-lagu lokal” lain pada masa itu, yakni “Da Ban, Aliran Air Mata Air”. Genre “lagu lokal” ini juga mencakup beberapa judul lain yang disebut terkait dengan kenangan hidupnya, seperti “Kisah Kuno Nghi Tam” dan “Sekilas tentang Ba Vi”.
Rangkaian karya tersebut memperlihatkan kontribusi Thanh Tùng yang melampaui satu tema atau satu medium. Dari aransemen remix, musik pop-rock dengan ciri 1980-an, hingga musik film dan lagu bertema tanah air, jejaknya menandai satu periode penting dalam perkembangan musik dan hiburan Vietnam.