BERITA TERKINI
JCI Naik 4% Ditopang Arus Dana Asing; Data Otomotif dan Semen April Menguat karena Efek Libur Lebaran

JCI Naik 4% Ditopang Arus Dana Asing; Data Otomotif dan Semen April Menguat karena Efek Libur Lebaran

Indeks Harga Saham Gabungan (JCI) mencatat kenaikan kuat 4% secara mingguan (w-w) dan mengungguli pergerakan bursa selevelnya. Penguatan ini terjadi di tengah arus masuk dana asing yang solid sebesar US$306 juta, yang disebut terutama mengalir ke saham bank berkapitalisasi besar.

Secara sektoral, utilitas memimpin penguatan dengan kenaikan 21,7% (w-w), disusul sektor batu bara yang naik 8,2% dan perbankan yang menguat 7,7%. Pergerakan tersebut mencerminkan pergeseran minat investor ke saham-saham yang sebelumnya tertinggal, sembari tetap memburu sektor yang sensitif terhadap suku bunga seperti properti dan menara telekomunikasi menjelang keputusan suku bunga Bank Indonesia pada pekan ini.

Dari sisi data industri, kinerja April 2025 untuk penjualan kendaraan roda empat (4W) dan volume semen menunjukkan perbaikan tahunan (yoy), yang dinilai banyak dipengaruhi pergeseran periode libur Idulfitri. Namun, secara kumulatif, penjualan 4 bulan pertama 2025 (4M25) masih tercatat turun 3% yoy baik untuk volume 4W maupun volume INTP, dan disebut masih di bawah ekspektasi. Meski demikian, munculnya momentum awal yang positif pada April—terlihat dari kenaikan tipis yoy pada rata-rata bergerak 3 bulan (3mMA)—dinilai memberi sinyal yang lebih baik.

Pada industri otomotif, penjualan wholesales nasional 4W April 2025 naik 5% yoy menjadi 51,2 ribu unit. Secara kumulatif, 4M25 mencapai 256,4 ribu unit atau turun 3% yoy. ASII membukukan penjualan wholesales yang relatif datar di 27 ribu unit pada April, dengan total 4M25 sebesar 137,8 ribu unit (turun 6% yoy). Kondisi ini membuat pangsa pasar ASII turun menjadi 53,9% dibandingkan 56,3% pada tahun buku 2024.

Untuk ASII, segmen kelas atas (Toyota dan Lexus) disebut tetap menjadi pendorong, dengan pertumbuhan gabungan 5% yoy pada 4M25, yang sebagian menahan penurunan penjualan Daihatsu sebesar 21% yoy. Sementara itu, pertumbuhan penjualan pasar secara keseluruhan banyak didominasi model BEV yang melonjak 209% yoy pada 4M25 dan meningkatkan pangsa pasar menjadi 9,2%.

Di industri semen, volume penjualan INTP pada April 2025 naik 19% yoy, didorong segmen kantong (bag) yang tumbuh 24% yoy serta segmen curah (bulk) yang naik 6% yoy. Kontribusi laba INTP pada kuartal I 2025 dinilai sejalan dengan pola musiman, mengingat kuartal pertama umumnya menjadi periode terlemah dan bertepatan dengan libur Idulfitri. Potensi katalis disebut dapat muncul apabila pemulihan segmen curah berlanjut mulai kuartal II 2025.

Di sektor telekomunikasi, EXCL menyampaikan harapan pemulihan ARPU pada kuartal III 2025. Manajemen XL-Smart yang baru mengakui penurunan ARPU pada kuartal I 2025 dipicu kompetisi industri, di mana paket perdana baru dijual dengan diskon 70–80% dibanding paket reguler. Namun, EXCL menilai ARPU kuartal I 2025 berpotensi menjadi titik terendah, dengan data yield diperkirakan membaik seiring penerapan paket perdana standar Rp35 ribu. Perusahaan juga menegaskan kembali target penghematan biaya pra-pajak tahunan US$300–400 juta, termasuk estimasi sekitar US$100 juta yang ditargetkan terealisasi pada tahun buku 2025, meski belum memberikan panduan spesifik terkait pertumbuhan pendapatan untuk tahun tersebut.

Sementara itu, KLBF menyatakan ruang kenaikan harga terbatas, namun pertumbuhan volume dinilai masih terjaga. Manajemen menegaskan kembali panduan pertumbuhan pendapatan 2025 sebesar 8–10% yoy, seraya menyebut pertumbuhan kuartal I 2025 sebesar 6% yoy didorong oleh volume. Di bisnis farmasi generik tidak bermerek (BPJS), KLBF masih melihat pertumbuhan volume dua digit yang berkelanjutan pada kuartal I 2025, tanpa kendala besar dalam penagihan piutang. Strategi utama perusahaan tetap berfokus pada pengelolaan biaya bahan baku dan menjaga beban operasional di kisaran 26–27% dari pendapatan. Penggunaan material berbasis RMB disebut meningkat, namun masih di bawah 10% dari total biaya bahan baku.