Format hiburan digital terus menyesuaikan diri dengan perubahan kebiasaan penonton. Salah satu yang belakangan kian populer adalah micro drama, serial fiksi berdurasi sangat singkat yang umumnya hanya satu hingga dua menit per episode.
Micro drama tetap mengusung alur cerita lengkap—mulai dari pengenalan, konflik, hingga resolusi—namun dikemas ringkas agar mudah dikonsumsi cepat dan tetap memberi dampak emosional. Berbeda dari web series atau mini series, format ini biasanya berfokus pada satu konflik inti, dengan narasi padat, visual menarik, serta dialog yang efisien.
Dalam dua tahun terakhir, pertumbuhan micro drama disebut melesat di berbagai platform digital seperti TikTok, Instagram, YouTube Shorts, serta sejumlah aplikasi streaming khusus. Head of IDN App, Zefanya Deby, mengatakan tren konsumsi video pendek terus meningkat seiring hadirnya platform media sosial yang mendukung format tersebut.
Menurut Zefanya, pengguna kini semakin terbiasa mengonsumsi konten vertikal berdurasi singkat lewat gawai. Jika sebelumnya format video pendek lebih banyak dipakai untuk unggahan personal yang santai, belakangan format serupa juga dimanfaatkan untuk konten hiburan, termasuk serial. Ia menilai hal itu terjadi karena pengguna media sosial sudah nyaman dengan pola konsumsi tersebut.
“Dalam dua tahun terakhir, kita mungkin juga telah terpapar oleh format micro drama. Ada dari kita mungkin yang juga pernah mendapatkan ads micro drama judul tertentu, lalu tanpa sadar menontonnya sampai habis, bahkan mengunduh aplikasi streamingnya,” kata Zefanya.
Meski disebut baru sekitar dua tahun dikenal luas di Indonesia, Zefanya menilai pertumbuhan micro drama di Tanah Air sangat cepat. Ia menyebut Indonesia kini menjadi salah satu negara dengan konsumsi micro drama terbesar di dunia.
“Indonesia itu sekarang nomor dua di top 10 negara yang paling banyak mengunduh aplikasi micro drama. Dalam data ini, ada 52 juta orang Indonesia yang sudah mengunduh, kita hanya kalah dari Amerika yang berada di urutan pertama dengan 58 juta pengunduh,” ujarnya.
Zefanya menambahkan, jumlah penikmat micro drama di Indonesia dinilai sudah besar tanpa banyak disadari. Ia memperkirakan angkanya masih akan meningkat, salah satunya karena generasi muda—terutama Gen Z—cenderung menyukai konten instan dan lebih sering menonton melalui ponsel di waktu senggang. Dalam konteks itu, micro drama hadir sebagai hiburan cepat yang tetap memberi pengalaman menonton yang memuaskan.
Untuk mengakomodasi tren tersebut, IDN meluncurkan fitur NONTON di aplikasinya, yang disebut dirancang menjadi platform micro drama pertama di Indonesia. Dengan durasi satu hingga dua menit per episode, NONTON ditujukan menghadirkan cerita yang otentik dan relevan dengan keseharian masyarakat Indonesia.
Zefanya menilai salah satu keunikan micro drama terletak pada narasi yang menggugah emosi dan mencerminkan kehidupan nyata, sekaligus fleksibel karena bisa ditonton kapan saja dan di mana saja. Ia juga menyebut variasi konten di NONTON akan beragam, mulai dari drama China yang telah populer, kemudian drama Korea, hingga sejumlah negara lain di Asia, termasuk Indonesia.
Dengan ragam tersebut, pengguna diharapkan dapat menikmati cerita dari berbagai perspektif dan genre, seperti romansa, persahabatan, hingga drama emosional. Menurut Zefanya, format bercerita yang ringkas namun tetap kaya emosi menjadikan micro drama pilihan bagi mereka yang menginginkan pengalaman menonton yang mengena dalam hitungan menit.

