BERITA TERKINI
Indonesia Kembangkan Wisata Kebugaran untuk Dongkrak Pariwisata Berkualitas

Indonesia Kembangkan Wisata Kebugaran untuk Dongkrak Pariwisata Berkualitas

JAKARTA – Wisata kebugaran (wellness tourism) kian berkembang sebagai segmen pariwisata bernilai tinggi, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan fisik dan mental. Berbeda dari wisata konvensional, wisata kebugaran menawarkan pengalaman yang memadukan rekreasi dengan aktivitas pemulihan, mulai dari spa, yoga, meditasi, terapi tradisional, hingga wisata alam.

Tren tersebut dinilai membuka peluang bagi Indonesia untuk mengoptimalkan kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal sebagai daya tarik unggulan. Namun, pengembangannya membutuhkan standar layanan yang berkualitas, tenaga profesional, serta integrasi dengan sektor kesehatan dan ekonomi kreatif agar destinasi lebih berdaya saing, sekaligus mendorong lama tinggal dan belanja wisatawan.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pemerintah saat ini menaruh fokus pada pengembangan wisata kebugaran yang berkualitas dan mampu bersaing secara global. “Wellness tourism kami tetapkan sebagai salah satu fokus dalam pengembangan pariwisata berkualitas,” kata Widiyanti dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Dalam pengembangannya, Kementerian Pariwisata menghadirkan program “Wonderful Indonesia Wellness”. Program ini berlangsung selama satu bulan penuh pada 1–30 November 2025 dan menyatukan dua festival regional, yakni Royal Surakarta Wellness Festival yang diselenggarakan oleh Keraton Surakarta serta Jogja Cultural Wellness Festival yang diadakan oleh Badan Promosi Pariwisata Daerah Yogyakarta.

Royal Surakarta Wellness Festival mencakup sejumlah kegiatan, antara lain Javanese Wisdom Immersion, Gending for Therapy, Royal Dance Symphony, A Holy Journey, dan Javanese Secret Recipe. Adapun Jogja Cultural Wellness Festival menghadirkan sesi kebugaran seperti Healthy Food and Herbals, Eco-Friendly Living, Spiritual Wellness and Energy Healing, Natural Beauty, Family and Inner Child, serta Harmony in Wellness.

Widiyanti menegaskan Kementerian Pariwisata akan terus mendorong penyelenggaraan berbagai acara yang menggabungkan olahraga, pariwisata, dan gaya hidup sehat.

Ia menjelaskan, pengembangan wisata kebugaran berangkat dari perubahan preferensi wisatawan yang kini tidak semata mencari destinasi, melainkan pengalaman yang lebih bermakna. Menurutnya, masyarakat memasuki era ketika pengalaman menjadi lebih berharga daripada kepemilikan, hubungan antarmanusia kian bernilai, dan waktu yang dihabiskan jauh dari dunia digital menjadi sebuah kemewahan.

Dari sisi pengalaman, Widiyanti menyoroti semakin banyak orang ingin melepaskan diri dari rutinitas, menikmati momen, dan benar-benar merasakan hidup. Di tengah kecerdasan buatan (AI) yang semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari, ia melihat muncul tren berlawanan di dunia nyata, yakni pencarian pengalaman autentik, interaksi nyata, serta tempat yang mampu membangkitkan emosi dan meninggalkan kesan mendalam.

“Extreme AI is creating extreme analog. Tren tersebut tercermin dari berkembangnya experience economy, termasuk sektor fitness and wellness yang menjadi salah satu industri dengan pertumbuhan tercepat di dunia,” ujar Widiyanti.