BERITA TERKINI
“Imaji Terindah” Karya Sitta Karina: Roman Remaja tentang Musik, Mimpi, dan Pencarian Jati Diri

“Imaji Terindah” Karya Sitta Karina: Roman Remaja tentang Musik, Mimpi, dan Pencarian Jati Diri

Buku Imaji Terindah karya Sitta Karina menghadirkan kisah yang menyoroti pertemuan antara impian masa muda dan realitas yang kerap menekan. Diterbitkan oleh Lentera Hati pada Desember 2016, karya ini diposisikan bukan sekadar roman remaja, melainkan potret tentang perjuangan seorang individu mempertahankan “suara” pribadinya di tengah beragam ekspektasi.

Cerita mengikuti tokoh utama, seorang gadis yang menyimpan hasrat besar pada musik. Dalam narasi ini, musik digambarkan bukan hanya sebagai hobi, tetapi menjadi bahasa utama untuk berkomunikasi dengan dunia—sekaligus ruang pelarian dan medium mengekspresikan imaji yang sulit diucapkan.

Sitta Karina menempatkan musik sebagai penggerak utama alur. Konflik yang muncul tidak berhenti pada dinamika pertemanan atau percintaan, tetapi bergerak ke pergulatan batin: apakah seseorang harus mengikuti jalur yang dipetakan orang lain, atau berani mengambil risiko demi mengejar melodi yang diyakininya sendiri.

Sejumlah elemen disebut membuat Imaji Terindah tetap relevan. Karakter-karakternya dihadirkan dengan kecanggungan, keraguan, dan ambisi yang manusiawi, sehingga pembaca diajak bersimpati sekaligus berefleksi melalui kegagalan dan keberhasilan tokoh. Selain itu, kekuatan imaji menjadi penopang penceritaan, dengan deskripsi puitis yang membuat momen-momen terasa hidup, seolah pembaca dapat “mendengar” musik yang dimainkan para karakter.

Di sisi lain, pesan universal tentang penemuan diri menjadi benang merah buku ini. Proses menuju “imaji terindah” digambarkan bukan sebagai perjalanan lurus, melainkan rangkaian pengalaman yang membentuk kedewasaan.

Secara keseluruhan, Imaji Terindah ditampilkan sebagai bacaan reflektif yang tidak menawarkan jawaban instan tentang kesuksesan. Narasinya menekankan bahwa mengejar impian kerap menuntut pengorbanan dan keberanian untuk berdiri sendiri, terutama bagi mereka yang tengah berada di persimpangan jalan dalam pendidikan, karier, atau pencarian jati diri.