BERITA TERKINI
Ida Lawrence Buka Gelar Wicara Pameran “Hoarse Horse” di ISA ART Gallery

Ida Lawrence Buka Gelar Wicara Pameran “Hoarse Horse” di ISA ART Gallery

Perupa keturunan Australia-Indonesia, Ida Lawrence, membuka sesi gelar wicara dalam pameran tunggalnya bertajuk “Hoarse Horse” di ISA ART Gallery. Dalam suasana yang santai dan intim, Ida hadir tidak hanya sebagai seniman, tetapi juga sebagai pencerita yang membagikan latar hidup dan cara ia membangun karya kepada para pengunjung.

Dalam sesi tersebut, Ida menjelaskan makna karya-karyanya dengan cara yang hangat, seolah mengajak audiens masuk ke dunia yang ia ciptakan. Interaksi yang cair membuat batas antara karya, seniman, dan penonton terasa menipis, sementara ruang galeri menjadi tempat cerita-cerita personal berkelindan dengan pengalaman melihat karya.

Hewan menjadi benang merah yang menautkan banyak karya Ida. Kedekatannya dengan binatang tumbuh sejak masa kanak-kanak, berangkat dari lingkungan keluarga hingga menyentuh kisah di balik namanya. Ia menyebut nama “Ida” dipilih oleh ibunya—seorang dokter hewan—karena berima dengan kata spider. Seniman yang kini menetap di Jerman itu juga menuturkan jejak pengalamannya saat melanjutkan studi di ISI Yogyakarta, yang kemudian ikut terjalin dalam bahasa visualnya.

Salah satu karya yang disorot adalah “Artist Statement”, di mana Ida menuliskan kisah perkuliahannya secara harfiah di atas kanvas. Di dalamnya, tokek dan kuda lumping hadir sebagai simbol yang bergerak di antara teks dan gambar, menjadi penanda perjumpaannya dengan budaya lokal sekaligus catatan personal yang memadukan cerita hidup dan lukisan.

Dari gelar wicara tersebut, terlihat bahwa karya-karya Ida berangkat dari perhatian pada hal-hal kecil dalam keseharian yang kerap luput. Ia mencontohkan sebuah plang bertuliskan “dilarang membawa anjing” yang baginya terasa lucu dan memancing cerita. Pengamatan semacam itu kemudian ia “pungut” dan susun menjadi narasi yang jenaka dan hangat, membuat karyanya terasa akrab meski tetap menyimpan lapisan makna.

Eksplorasi Ida juga melampaui medium kanvas. Ia menghadirkan instalasi berupa tangga, ayunan, hingga mainan garuk-garuk kucing dari tali tarik tambang, yang mengundang pengunjung untuk masuk ke logika bermain yang ia tawarkan. Audiens diajak mengalami ruang pamer bukan hanya sebagai tempat melihat, tetapi juga sebagai tempat merasakan—bahkan, sejenak, “menjadi hewan”.

Bagi Ida, seni adalah ruang bermain, tempat menikmati hidup tanpa beban dan tanpa tuntutan untuk selalu serius. Saat ditanya tentang hewan favoritnya, ia menjawab, “human beings,” sebuah penutup yang merangkum praktiknya yang berpijak pada empati, rasa ingin tahu, dan kegembiraan kecil.

Gelar wicara ini merupakan bagian dari pameran tunggal perdana Ida Lawrence di ISA Art, “Hoarse Horse”. Pameran dibuka untuk umum pada periode 29 November 2025 hingga 2 Februari 2026.