BERITA TERKINI
Hotel The 101 Jakarta Sedayu Dharmawangsa Luncurkan Wisata Gastronomi 2025, Angkat Kuliner dan Seni Betawi

Hotel The 101 Jakarta Sedayu Dharmawangsa Luncurkan Wisata Gastronomi 2025, Angkat Kuliner dan Seni Betawi

THE 101 Jakarta Sedayu Dharmawangsa menggelar peluncuran program Wisata Gastronomi 2025 sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-498 Kota Jakarta di D’Wangsa9 Resto & Lounge, Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (26/6) siang.

Acara tersebut menyoroti sinergi hotel dengan pemerintah setempat di Kecamatan Kebayoran Baru dalam upaya pelestarian budaya serta promosi kuliner tradisional Jakarta. Sejumlah pejabat daerah hadir, antara lain Camat Kebayoran Baru Achmad Basyaruddin, Fenny Medina yang mewakili Kasudin Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Selatan, serta Lurah Pulo Sumarni S.E. beserta jajaran. Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan kedutaan besar negara sahabat dan Executive General Manager The 101 Jakarta Sedayu Dharmawangsa, Garna Sobhara Swara.

Marketing Communication (Marcom) Manager The 101 Jakarta Sedayu Dharmawangsa, Syanice Aprilia, mengatakan kegiatan tersebut terlaksana berkat kerja sama dan dukungan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan serta berbagai pihak. Ia menyebut konsep yang diangkat adalah penggabungan makanan dan kebudayaan dalam bingkai wisata gastronomi.

Menurut Syanice, program Wisata Gastronomi di Hotel 101 berlangsung mulai Juni hingga Agustus 2025 dengan tema makanan Nusantara khas Betawi. Dalam kolaborasi itu, Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan mendukung penampilan tari Betawi dan palang pintu, sementara pihak hotel menyajikan makanan khas Betawi sesuai tema perayaan ulang tahun Jakarta.

Ia menambahkan, program tersebut juga dimaksudkan untuk menyoroti kekayaan kuliner Nusantara agar semakin dikenal luas dan dinilai mampu bersaing dengan makanan Barat.

Senada, Garna Sobhara Swara menyampaikan bahwa inisiatif mengangkat makanan lokal dalam program wisata gastronomi bulanan merupakan amanat dari operator Panorama Hospitality Management (PHM). Ia menilai langkah tersebut menjadi strategi untuk bersaing dengan operator hotel internasional. Garna juga menegaskan harapannya agar makanan khas Betawi, seperti gabus pucung dan hidangan otentik lainnya, dapat semakin dikenal hingga ke kancah internasional. Ia menyebut kuliner Betawi memiliki potensi besar, sebagaimana rendang yang telah mendunia.

Camat Kebayoran Baru Achmad Basyaruddin mengapresiasi inisiatif hotel yang mengusung etnik budaya Jakarta. Ia menyatakan kegiatan semacam ini sejalan dengan upaya pemerintah menjadikan Jakarta sebagai kota global yang berbudaya, dengan ambisi masuk peringkat 50 kota global dunia dalam lima tahun ke depan. Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi barometer bagi destinasi kuliner lain untuk menyisipkan kebudayaan tradisional Jakarta dalam aktivitas usaha.

Acara turut dimeriahkan pertunjukan Palang Pintu di lobi hotel dan Tari Lenggang Persona Dara dari Sanggar Bhineka. Chef Executive Yoe’i menyebut wisata gastronomi merupakan upaya menggabungkan masakan dengan kultur budaya, di mana setiap hidangan memiliki cerita dan latar belakang budayanya.

Khusus perayaan HUT Jakarta pada Juni, hidangan khas Betawi yang disajikan antara lain nasi uduk, sayur besan, semur jengkol, gabus pucung, ketoprak, laksa, sayur asem, gado-gado, serta minuman bir pletok dan es selendang mayang. Selain itu, tersedia pula jajanan pasar Betawi seperti lupis, kue dongkal, cucur, kue lapis, tape uli, bandros, hingga kerak telor.

Yoe’i yang telah berkarya sembilan tahun di Hotel 101 menilai masakan Betawi memiliki keunikan karena kaya rempah dan ragamnya luas. Ia menambahkan, D’Wangsa9 menyajikan masakan khas Nusantara yang berbeda setiap tiga bulan, dengan penekanan komitmen menghadirkan makanan dari berbagai provinsi di Indonesia.

Selain menyajikan makanan dan pertunjukan budaya, kegiatan ini juga menghadirkan stand kerajinan tangan dan makanan khas Betawi sebagai bentuk pemberdayaan UMKM lokal, termasuk stand kerak telor di area acara.

Melalui program tersebut, pihak hotel berharap D’Wangsa9 Resto & Lounge semakin dikenal, khususnya di Jakarta Selatan, sebagai “house of culture”. Setelah tema Betawi, D’Wangsa9 disebut berencana menampilkan destinasi kuliner khas Sumatra seperti masakan Padang dan Aceh.

Syanice juga menyampaikan bahwa hotel terbuka untuk komunitas dan dukungan kegiatan komunitas, serta menyebut sudah ada komunitas seperti klub salsa yang bergabung. Ia menutup dengan harapan D’Wangsa9 tidak hanya menjadi resto dan lounge, tetapi juga dapat berkembang sebagai pusat kebudayaan yang memadukan makanan dan kesenian.