BERITA TERKINI
Hari Jazz Internasional, Perayaan Musik yang Menyatukan Tanpa Banyak Kata

Hari Jazz Internasional, Perayaan Musik yang Menyatukan Tanpa Banyak Kata

Setiap 30 April, dunia memperingati Hari Jazz Internasional, sebuah agenda tahunan yang mengajak publik menikmati alunan musik jazz yang dikenal penuh kejutan. Peringatan ini berawal dari gagasan musisi jazz legendaris Herbie Hancock.

Jazz kerap dipandang sebagai musik yang eksklusif atau identik dengan ruang-ruang tertentu. Namun, peringatan ini kembali menegaskan bahwa jazz juga merupakan perayaan kebebasan berekspresi—cara menyampaikan perbedaan melalui nada, tetapi tetap menjaga harmoni.

Momen Hari Jazz Internasional menjadi pengingat bahwa musik memiliki kekuatan untuk menyatukan orang dari berbagai latar belakang tanpa perlu banyak kata. Di berbagai tempat, ritme yang sama seolah diputar serentak, sekaligus menjadi ruang untuk menghargai kreativitas para musisi dan menikmati suasana santai.

Hal tersebut disampaikan Deny Siahaan, penelpon sekaligus musisi dan pencipta lagu asal Kota Sibolga, dalam program Santai Siang Pro2 RRI Sibolga terkait Hari Jazz Internasional pada Kamis, 30 April 2026.

“Sejarah musik jazz berakar dari semangat perlawanan terhadap ketidakadilan. Lahir di New Orleans, jazz tumbuh menjadi symbol keberanian untuk mendobrak aturan lama dan menciptakan sesuatu yang baru,” ujar Deny.

Menurutnya, tidak mengherankan jika setiap tahun digelar konser di berbagai negara yang menjadi pusat perayaan jazz. Di atas panggung, musisi jazz dapat memainkan nada yang tidak tertulis dalam catatan, sebagai bagian dari spontanitas yang adaptif, namun tetap menghargai ruang gerak pemain lain.

Jazz juga mengajarkan pentingnya menjadi pendengar yang baik. Keindahan musik ini tidak semata ditentukan oleh siapa yang paling menonjol saat solo, melainkan bagaimana setiap pemain saling mengisi agar keseluruhan permainan tetap padu.