Jakarta — Sepanjang 2024, skena musik hardcore disebut memasuki fase kebangkitan. Genre yang lama lekat dengan ranah underground ini kini semakin sering mendapat sorotan, sekaligus menarik perhatian generasi pendengar baru dan menjadi tren yang terus menguat.
Perubahan itu terlihat dari semakin banyaknya band hardcore yang tampil di panggung utama festival-festival besar dunia. Turnstile, misalnya, mencatat kesuksesan lewat album GLOW ON (2021) yang turut mendorong hardcore lebih diterima oleh pendengar arus utama. Sementara itu, Knocked Loose masuk nominasi Grammy Awards 2025, dan Speed mendapat kesempatan menjadi pembuka di Knotfest Australia, festival metal yang didirikan Slipknot.
Berikut lima rekomendasi band modern hardcore yang layak dipertimbangkan untuk masuk daftar putar.
1. Have Heart
Have Heart merupakan unit hardcore asal Boston, Amerika Serikat, yang digawangi Pat Flynn (vokal), Ryan Hudon (gitar), Kei Yasui (gitar), Austin Stemper (bass), dan Shawn Costa (drum). Band ini dikenal berpengaruh dalam skena hardcore, aktif berkarya pada 2002–2009, dan meninggalkan warisan yang masih terasa hingga kini.
Have Heart mengusung hardcore punk straight edge. Liriknya menggambarkan gaya hidup tanpa alkohol dan narkoba, sekaligus membahas tekanan hidup kaum muda, nilai persahabatan, serta konflik keluarga.
Popularitas mereka menguat lewat album The Things We Carry (2006) dan Songs To Scream at The Sun (2008). Setelah hiatus sejak 2009, Have Heart kembali mencuri perhatian melalui reuni di Festival Sound and Fury 2019 dan Outbreak Festival 2024.
2. Counterparts
Counterparts adalah band melodic hardcore asal Kanada yang terbentuk pada 2007 dan masih aktif hingga kini. Formasinya terdiri dari Brendan Murphy (vokal), Tyler Williams (gitar), Jesse Doreen (gitar), dan Kyle Brownlee (drum).
Gaya musik mereka memadukan agresivitas hardcore dengan sentuhan melodi yang emosional. Sepanjang kariernya, Counterparts telah merilis tujuh album penuh dan merilis EP terbaru Heaven Let Them Die pada 7 November 2024.
Counterparts juga pernah tampil di Indonesia, tepatnya di Toba Dream, Jakarta Selatan, pada 2018.
3. Turnstile
Turnstile, grup asal Baltimore, Amerika Serikat, disebut sebagai salah satu band yang membawa hardcore lebih dekat ke pendengar mainstream. Album Glow On (2021) membuat nama mereka melesat dan tampil di berbagai festival bergengsi.
Keberhasilan Turnstile turut mengangkat pamor skena hardcore dan membuka jalan bagi band-band lain untuk dikenal lebih luas di kancah internasional.
Di Indonesia, Turnstile pernah tampil di Rossi Music Fatmawati, Jakarta, pada 2018. Perkembangan mereka terlihat saat tampil di hadapan ribuan penonton di Festival We The Fest 2024 di Jakarta, yang dipandang sebagai salah satu bukti meningkatnya popularitas hardcore di Tanah Air.
4. Knocked Loose
Knocked Loose menggemparkan skena hardcore setelah mencetak sejarah sebagai band hardcore pertama yang tampil live di TV nasional Amerika Serikat, yakni di acara Jimmy Kimmel Live! pada 26 November 2024.
Unit hardcore asal Kentucky, Amerika Serikat, ini juga meraih capaian penting melalui single “Suffocate” yang masuk nominasi Grammy Awards 2025 untuk kategori Best Metal Performance. Dalam kategori tersebut, mereka bersaing dengan Judas Priest, Metallica, Gojira, dan Spiritbox.
Dipimpin vokalis Bryan Garris, Knocked Loose menunjukkan lompatan karier signifikan. Mereka pernah tampil di gigs kecil di Depok Fantasy Waterpark, Depok, Jawa Barat, pada 21 Januari 2020, dengan ratusan penonton. Kini, Knocked Loose rutin tampil di festival-festival besar di berbagai negara.
5. Speed
Speed adalah band hardcore asal Sydney, Australia, yang dibentuk pada 2019. Personelnya terdiri dari kakak beradik Jem Siow (vokal, flute) dan Aaron Siow (bass), serta Joshua Clayton (gitar), Dennis Vichidongsa (gitar), dan Kane Vardon (drum).
Nama Speed kian dikenal dengan dukungan label Last Ride Records dan Flatspot Records. Setelah merilis sejumlah single dan EP, mereka melangkah lebih jauh lewat album perdana ONLY ONE MODE (2024) yang memperluas jangkauan pendengar mereka.
Dari gigs komunitas lokal, Speed berkembang hingga menjalani tur dunia ke sejumlah negara di Asia, Eropa, Australia, dan Amerika Serikat. Mereka juga tampil di Festival Knotfest Australia bersama band-band metal seperti Pantera, Lamb of God, Disturbed, dan Asking Alexandria.
Ringkasan
- Hardcore disebut kembali naik daun pada 2024 dan semakin sering tampil di panggung festival besar.
- Turnstile, Knocked Loose, dan Speed menjadi contoh band yang mendapat sorotan luas, termasuk lewat capaian festival dan penghargaan.
- Lima rekomendasi band modern hardcore: Have Heart, Counterparts, Turnstile, Knocked Loose, dan Speed.

