Hammersonic Festival mengumumkan perubahan format penyelenggaraan untuk edisi 2026. Acara yang selama ini dikenal sebagai salah satu festival musik keras terbesar di Asia Tenggara itu akan dialihkan dari konsep festival terbuka menjadi private concert.
CEO Hammersonic Festival, Ravel Jurnady, menyampaikan keputusan tersebut dengan menyinggung berbagai dinamika terkait penyelenggaraan acara. “Melihat berbagai dinamika yang terjadi hingga saat ini terkait penyelenggaraan Hammersonic Festival 2026 serta demi menjaga harkat dan martabat Hammersonic Festival beserta seluruh pihak yang terlibat di dalamnya, termasuk para band penampil, tim, dan crew yang bertugas, maka dengan ini saya menyampaikan keputusan saya terkait pelaksanaan acara,” tulis Ravel.
Selama lebih dari satu dekade, Hammersonic identik dengan perhelatan berskala besar yang mempertemukan ribuan penikmat musik keras, menghadirkan band internasional dan lokal dalam satu panggung. Atmosfer festival biasanya ditandai keramaian, energi kolektif, serta interaksi masif di antara penonton.
Perubahan menjadi private concert menandai arah baru yang lebih eksklusif dan terbatas. Dengan format ini, jumlah audiens berpotensi dibatasi dan suasana pertunjukan diperkirakan lebih intim dibandingkan konsep festival sebelumnya.
Seiring perubahan tersebut, penyelenggara juga membuka opsi pengembalian dana bagi pembeli tiket. “Saya akan merefund penuh 100% bagi seluruh pemilik tiket Hammersonic Festival 2026. Proses refund akan dilakukan mulai minggu depan,” lanjut Ravel.
Di sisi lain, pengumuman ini memicu beragam respons dari penggemar. Sejumlah penonton lama menilai perubahan format dapat mengurangi esensi Hammersonic sebagai festival besar yang merangkul komunitas dalam skala masif, termasuk pengalaman interaksi bebas dan euforia ribuan penonton yang selama ini menjadi ciri khasnya.