BERITA TERKINI
Hafidz Maulana, Dua Dekade Menghidupkan Pendidikan Musik di SMPN Unggulan Sindang

Hafidz Maulana, Dua Dekade Menghidupkan Pendidikan Musik di SMPN Unggulan Sindang

INDRAMAYU — Di balik deretan prestasi seni SMPN Unggulan Sindang, Indramayu, terdapat peran Hafidz Maulana, S.Pd, guru seni musik senior yang mengabdi sejak 2003. Selama lebih dari dua dekade, ia dikenal konsisten menularkan kecintaan pada nada dan irama kepada para siswa.

Hafidz lahir di Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada 26 Januari 1971. Ketertarikannya pada musik tumbuh sejak muda dan membawanya merantau ke Bandung untuk menempuh pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Ia tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Musik angkatan 2003 untuk program D3, kemudian melanjutkan studi hingga meraih gelar sarjana pada 2007. Tahun 2003 menjadi titik penting dalam perjalanannya karena pada saat yang sama ia memulai kuliah D3 sekaligus resmi mengajar sebagai guru seni musik di SMPN Unggulan Sindang.

Hafidz menjalani masa kuliah sambil mengajar sebagai bentuk komitmen terhadap murid serta peningkatan kualitas diri. “Mengajar sambil kuliah itu capek, tapi murid-murid jadi penyemangat. Setiap teori yang saya dapat di kampus, langsung saya praktikkan di kelas. Begitu juga sebaliknya, masalah di kelas saya jadikan bahan diskusi di kampus,” ujarnya mengenang masa itu.

Dalam keseharian di sekolah, Hafidz dikenal sabar dan kreatif. Ruang musik SMPN Unggulan Sindang disebut nyaris tak pernah sepi dari aktivitas siswa. Ia membimbing berbagai kegiatan ekstrakurikuler, mulai dari paduan suara, ansambel, angklung, hingga band sekolah.

Sejumlah tim musik yang dibinanya beberapa kali meraih prestasi di tingkat kabupaten, termasuk pada ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) serta pentas seni pelajar.

Bagi Hafidz, musik bukan sekadar mata pelajaran. Menurutnya, musik melatih kepekaan rasa, kerja sama, dan disiplin. “Anak yang kenal musik akan lebih mudah menghargai perbedaan. Karena dalam orkestra, semua bunyi berbeda tapi harus harmoni,” katanya, Selasa, 21 April 2026.

Rekan sejawat menilai Hafidz sebagai sosok teladan yang rendah hati dan berperan penting dalam kegiatan seni sekolah. “Pak Hafidz itu pilar kegiatan seni di sekolah. Beliau tidak hanya mengajar not dan lagu, tapi juga menanamkan karakter ke anak-anak lewat musik,” kata Ridwan Indrawan, guru kesenian.

Di usia 55 tahun, semangat Hafidz untuk mengajar disebut tidak surut. Ia masih rutin membuat aransemen lagu untuk upacara, melatih siswa menjelang lomba, dan memperkenalkan alat musik tradisional kepada generasi muda.

Hafidz menegaskan akan terus berbagi ilmu selama masih ada siswa yang ingin belajar. “Musik yang baik melahirkan manusia yang harmoni,” ujarnya.