Pada pertengahan 2000-an, Guitar Hero menjadi salah satu ikon budaya pop yang sulit dilewatkan. Game garapan Harmonix dan RedOctane ini mengubah cara banyak orang menikmati video game dengan menghadirkan gitar plastik sebagai kontrol utama, membuat pemain tidak sekadar menekan tombol, tetapi merasakan sensasi tampil layaknya gitaris rock di atas panggung.
Namun, sekitar dua dekade setelah kemunculan pertamanya, genre rhythm game berkembang melampaui formula tersebut. Kehadiran judul-judul seperti Beat Saber, osu!, Taiko no Tatsujin, hingga Hatsune Miku: Project DIVA memperlihatkan bagaimana permainan musik terus berevolusi mengikuti perkembangan teknologi sekaligus selera pemain yang berubah.
Guitar Hero pertama kali dirilis pada 2005 dan segera menjelma menjadi fenomena global. Permainannya berpusat pada gitar khusus dengan lima tombol berwarna dan sebuah strum bar. Pemain mengikuti not yang bergerak di layar sesuai irama lagu, dengan konsep yang sederhana tetapi efektif: memberi pengalaman seperti tampil di konser tanpa harus benar-benar menguasai instrumen musik.
Kesuksesan Guitar Hero disebut ikut menghidupkan kembali genre rhythm game di pasar Barat dan menghasilkan pendapatan miliaran dolar melalui berbagai seri lanjutan. Salah satu daya tarik terbesarnya adalah daftar lagu yang berisi karya band-band terkenal, antara lain Metallica, Aerosmith, Guns N' Roses, hingga DragonForce, yang mendorong pemain untuk terus kembali memainkannya.
Di sisi lain, identitas Guitar Hero juga melekat pada kontrol fisiknya. Penggunaan aksesori berbentuk gitar pada masanya menjadi simbol tersendiri dan membuat banyak orang tertarik memainkan game ini bersama keluarga atau teman. Tidak sedikit pemain yang membeli konsol khusus demi menikmati pengalaman tersebut.
Meski demikian, model bisnis yang bergantung pada perangkat tambahan memiliki konsekuensi. Aksesori dinilai relatif mahal, membutuhkan ruang penyimpanan, dan pasar akhirnya mulai jenuh ketika terlalu banyak seri dirilis dalam waktu singkat. Sementara itu, rhythm game modern terus muncul dengan pendekatan yang berbeda, menandai perubahan arah genre yang kini semakin beragam.