Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi Real Estate Indonesia (REI) yang menggelar acara silaturahmi dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Bandarlampung, Selasa (5/5/2025).
Gubernur yang akrab disapa Mirza menilai kegiatan tersebut relevan dengan program nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya agenda Asta Cita dan program pembangunan 3 juta rumah. Ia juga mengajak anggota REI memanfaatkan momentum ini untuk mengeksplorasi potensi investasi di Lampung.
Menurut Mirza, REI selama 54 tahun telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan nasional, terutama di sektor perumahan. Ia menekankan bahwa pembangunan perumahan tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga membuka lapangan kerja dan mendorong pemerataan ekonomi. Mirza menyebut, pembangunan satu unit rumah dapat menciptakan tiga hingga empat peluang kerja.
Dalam kesempatan itu, Mirza memaparkan arah transformasi ekonomi Lampung dari basis komoditas mentah menuju hilirisasi industri. Selama ini Lampung dikenal sebagai penghasil komoditas seperti padi, jagung, singkong, dan kopi. Ia menyebut porsi sektor industri di Lampung saat ini masih sekitar 16 persen dan ke depan pemerintah akan mendorong pengolahan komoditas di dalam daerah.
Mirza juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah menetapkan Lampung sebagai salah satu pusat hilirisasi di Sumatera. Ia menargetkan dalam 2–3 tahun ke depan hampir seluruh komoditas unggulan Lampung dapat diolah di dalam daerah, yang dinilai akan membuka peluang besar bagi sektor properti.
Selain hilirisasi, Pemerintah Provinsi Lampung mengandalkan sektor pariwisata dan pendidikan sebagai pilar pertumbuhan ekonomi. Mirza menyebut kunjungan wisatawan ke Lampung meningkat signifikan dari 17 juta pada 2024 menjadi 27 juta pada 2025. Namun, ia menilai tantangan masih ada pada rendahnya lama tinggal wisatawan yang baru mencapai 1,3 hari serta tingkat belanja yang relatif kecil. Menurutnya, sektor properti berperan penting untuk menghadirkan fasilitas pendukung agar wisatawan tinggal lebih lama dan meningkatkan belanja.
Di sektor pendidikan, Mirza menyampaikan adanya kenaikan hingga 25 persen pendaftar perguruan tinggi, yang berdampak pada meningkatnya kebutuhan hunian di kawasan perkotaan seperti Bandarlampung dan Metro.
Mirza mengajak REI terlibat langsung dalam perencanaan kawasan terpadu yang mengintegrasikan industri, pariwisata, dan permukiman. Ia berharap sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha properti semakin kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Ketua Umum DPP REI Joko Suranto menyatakan kesiapan REI mendukung program pemerintah daerah, termasuk upaya mengatasi backlog perumahan di Lampung yang disebut mencapai sekitar 270 ribu unit. Ia menegaskan sektor perumahan memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
Joko juga menyampaikan hasil riset REI bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia yang menyebut investasi di sektor perumahan dapat memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu, REI menjalankan program sosial penanaman satu juta pohon, yang hingga kini telah terealisasi sekitar 300 ribu pohon sebagai kontribusi terhadap lingkungan.