BERITA TERKINI
Grrrl Gang, Trio Indie Pop Yogyakarta yang Meluaskan Panggung hingga Asia Tenggara

Grrrl Gang, Trio Indie Pop Yogyakarta yang Meluaskan Panggung hingga Asia Tenggara

Grrrl Gang menjadi salah satu nama yang menonjol dalam perkembangan musik indie Indonesia. Trio indie pop asal Yogyakarta ini menapaki karier dari panggung-panggung kecil hingga mendapat kesempatan tur di Asia Tenggara. Perjalanan mereka kerap dilihat sebagai contoh bahwa konsistensi dan kerja kreatif dapat membuka peluang lebih luas bagi musisi independen.

Terbentuk dari lingkungan kampus

Grrrl Gang terbentuk pada 2016. Band ini beranggotakan Angee Sentana (vokal/gitar), Akbar Rumandung (bas), dan Edo Alventa (gitar). Ketiganya bertemu di lingkungan universitas di Yogyakarta dan sepakat membentuk band dengan misi awal yang sederhana: mengisi ruang regenerasi band di kota tersebut.

Dalam formasi ini, Angee berperan sebagai frontwoman sekaligus penulis lagu. Akbar membangun fondasi permainan musik melalui bas, sementara Edo melengkapi warna musik band lewat permainan gitar.

Single awal yang memperluas perhatian

Pada fase awal, Grrrl Gang bermain musik di sela kesibukan kuliah. Perhatian yang lebih luas mulai datang setelah mereka merilis lagu “Bathroom” dan “Thrills” yang disertai video klip. Dua rilisan tersebut memperkenalkan karakter mereka: melodi yang mudah diingat, lirik yang dekat dengan pengalaman pendengar, serta energi khas indie pop.

Mini album dan tur 20 kota

Langkah berikutnya datang pada 2018 ketika Grrrl Gang merilis mini album Not Sad, Not Fulfilled yang berisi lima lagu. Rilisan ini diikuti tur 20 kota selama kurang lebih 30 hari. Dalam periode ini, kerja sama dengan Kolibri Records disebut menjadi salah satu titik penting yang membantu band menjalankan tur dan memperluas jangkauan pendengar di berbagai daerah.

Mulai merambah panggung internasional

Seiring meningkatnya popularitas, kesempatan tampil di luar negeri mulai terbuka. Grrrl Gang melakukan tur di Asia Tenggara, termasuk ke Singapura dan Thailand. Pengalaman tersebut memperluas basis penggemar sekaligus memberi paparan terhadap ekosistem industri musik di luar Indonesia.

Menyeimbangkan kuliah dan karier musik

Di tengah aktivitas panggung, para personel juga menghadapi tantangan sebagai mahasiswa. Manajemen waktu menjadi persoalan utama, terutama ketika jadwal tur bertabrakan dengan kewajiban akademik. Edo, misalnya, pernah menunda pengerjaan skripsi selama setengah tahun karena kesibukan band. Meski mendapat dukungan keluarga, mereka tetap menghadapi teguran ketika harus sering meninggalkan perkuliahan untuk tampil.

Dalam perkembangannya, Edo disebut telah lulus, yang menggambarkan upaya menuntaskan tanggung jawab akademik di tengah aktivitas bermusik.

Arah lirik dan perkembangan musikal

Sejak debut, Grrrl Gang dikenal mengangkat tema lirik yang dekat dengan generasi muda, mulai dari feminisme, kesehatan mental, hingga relasi personal. Mereka juga mempertahankan ciri bunyi yang memadukan elemen indie pop dengan sentuhan lokal. Intensitas tampil live turut mengasah kemampuan bermusik mereka, yang tercermin dari kualitas penampilan panggung yang disebut semakin matang.

Rilisan terbaru dan rencana album

Grrrl Gang merilis single “Better Than Life” yang ditulis oleh Edo dan Anggeta. Lagu ini bercerita tentang perjuangan Angee menerima dirinya sendiri di tengah rasa kewalahan dan pikiran negatif.

Selain itu, mereka menyiapkan album perdana berjudul Spunky! yang dijadwalkan rilis pada 22 September 2023. Dalam rangka perilisan album tersebut, Grrrl Gang menjalin kerja sama dengan sejumlah label di berbagai wilayah:

  • Kill Rock Stars untuk Amerika Utara, Tengah, dan Selatan
  • Trapped Animal Records untuk Eropa
  • Big Romantic Records untuk Jepang dan Taiwan

Kerja sama ini menandai langkah mereka untuk memperluas distribusi dan jangkauan pendengar di pasar internasional.

Panggung impian

Para personel juga menyimpan target panggung yang ingin dicapai. Angee menyebut keinginan tampil di festival Glastonbury. Sementara Akbar menyampaikan Festival Kesenian Yogyakarta sebagai panggung impian, dengan catatan band tersebut disebut belum pernah diundang tampil di acara itu.

Posisi di skena indie Indonesia

Kehadiran Grrrl Gang turut menambah keragaman warna musik indie Indonesia. Perjalanan mereka—dari band kampus hingga tur Asia Tenggara serta kerja sama lintas label—sering dipandang memberi contoh bagi musisi muda dan membuka kemungkinan lebih besar bagi band indie Indonesia untuk menembus pasar yang lebih luas.