Seekor gajah bernama Raju menjadi perhatian setelah disebut menitikkan air mata saat tim penyelamat melepaskan rantai yang mengekangnya selama puluhan tahun. Peristiwa itu terjadi dalam operasi penyelamatan yang dilakukan organisasi penyayang binatang asal Inggris, Wildlife SOS-UK, di Uttar Pradesh, India.
Menurut keterangan Wildlife SOS-UK, Raju disebut telah dirantai selama sekitar 50 tahun serta mengalami pemukulan dan penyiksaan. Kakinya juga dilaporkan terluka akibat terlalu lama terbelenggu.
Bertahan dari sisa makanan wisatawan
Selama terikat, Raju dikatakan bertahan hidup dari makanan yang diberikan wisatawan yang melintas di lokasi tempat ia dirantai. Namun, makanan itu disebut tidak mencukupi, sehingga Raju kerap mengganjal perut dengan memakan plastik dan kertas.
Operasi penyelamatan dilakukan tengah malam
Wildlife SOS-UK menyatakan operasi pembebasan dilakukan pada tengah malam. Pooja Binepal dari Wildlife SOS-UK mengatakan timnya terkejut saat melihat air mata mengalir di wajah Raju ketika rantai dilepaskan.
“Raju dirantai 24 jam setiap hari, sungguh perbuatan kejam. Tim kami sangat terkejut melihat air mata mengalir di wajah Raju saat penyelamatan dilakukan,” ujar Pooja. Ia menambahkan, “Situasi itu sangat emosional. Di dalam hati kami tahu, gajah itu sadar dia sedang dibebaskan.”
Penyelamatan pada malam hari dilakukan untuk menghindarkan Raju dari sengatan panas di kawasan Uttar Pradesh. Operasi tersebut digelar setahun setelah Wildlife SOS-UK mendapatkan informasi dari Departemen Kehutanan Uttar Pradesh.
Melibatkan dokter hewan, pakar satwa liar, dan aparat
Dalam operasi itu, sebanyak 10 dokter hewan dan pakar kehidupan liar dilibatkan. Tim penyelamat juga dibantu 20 anggota Komisi Kehutanan serta dua polisi.
Sebelum pembebasan dilakukan, pengadilan disebut telah memutuskan negara untuk mengambil alih kepemilikan Raju.
Riwayat awal Raju belum jelas
Wildlife SOS-UK menyatakan tidak banyak informasi mengenai masa-masa awal kehidupan Raju. Namun, Pooja mengatakan pihaknya meyakini Raju diambil dari induknya saat masih bayi.
Menurutnya, para pemburu kemungkinan membunuh induk Raju atau menggiring kawanan gajah ke dalam perangkap yang dibuat khusus untuk menangkap bayi gajah.
Pooja juga menilai gajah merupakan hewan dengan kecerdasan tinggi, dan menyebut tidak ada yang benar-benar mengetahui penderitaan seperti apa yang dialami Raju selama setengah abad terakhir. “Hingga kami bebaskan Raju tidak mengetahui seperti apa rasanya berjalan bebas. Namun hari ini dia akan mengetahuinya dan akan mempelajari kenikmatan sebuah kebebasan,” katanya.

