BERITA TERKINI
Fragmen Kepala Arca Ganesha Koleksi Museum Bhagawanta Bhari Ditemukan di Persawahan Kediri

Fragmen Kepala Arca Ganesha Koleksi Museum Bhagawanta Bhari Ditemukan di Persawahan Kediri

Fragmen kepala arca Ganesha koleksi Museum Bhagawanta Bhari, Kabupaten Kediri, yang sempat dilaporkan hilang usai kerusuhan, ditemukan di area persawahan dekat SMKN 1 Ngasem. Benda tersebut pertama kali terlihat oleh sejumlah pelajar saat mereka berangkat sekolah dan semula dikira batu biasa.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, mengatakan penemuan terjadi di persawahan dekat area parkir sekolah di Jalan Totok Kerot. Para pelajar baru memastikan temuan itu setelah pulang sekolah, ketika benda tersebut masih berada di lokasi yang sama.

“Setelah pulang sekolah dilihat masih ada mereka penasaran, dilihat lebih seksama. Karena ternyata dia tahu cirinya, ternyata itu adalah kepala Ganesha yang kita cari. Kemudian mereka konfirmasi ke ibunya, yang kebetulan staf Disbudpar,” kata Mustika.

Menurut Mustika, lokasi penemuan fragmen kepala Ganesha berjarak sekitar 2–3 kilometer dari Museum Bhagawanta Bhari. Setelah dikembalikan, fragmen itu untuk sementara ditempatkan di lokasi lain yang dinilai lebih aman.

“Sementara kita amankan dulu di safe house karena lokasi di sini tidak memungkinkan karena kacanya pecah dan lain-lain,” ujarnya.

Di Museum Bhagawanta Bhari, koleksi yang masih disimpan saat ini disebut terutama benda-benda berukuran besar yang sulit dipindahkan oleh satu orang. Mustika menyebut total koleksi museum yang berada di belakang Gedung DPRD Kabupaten Kediri itu berjumlah 153 koleksi.

“Yang disini bentuknya besar, berat, seperti lumpang, yoni, tembikar itu yang besar, itu bibir sumur dan lain-lain, itu memang tidak kita angkat, kita masukkan aja. Insya Allah kalau itu aman, karena memang berat sekali, kalau empat orang kesulitan (mengangkat). Apalagi di sini ada penjagaan juga,” imbuhnya.

Sebelumnya, Museum Bhagawanta Bhari di kompleks Pemerintah Kabupaten Kediri dilaporkan menjadi sasaran kerusuhan pada Sabtu (30/8/2025). Sejumlah koleksi museum dilaporkan raib, sementara bangunan museum mengalami kerusakan berat, termasuk dinding kaca dan beberapa etalase yang hancur.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana pada Minggu (31/8/2025) menyampaikan kondisi museum memprihatinkan karena kaca-kaca pecah. Ia juga menyebut peninggalan cagar budaya yang hilang antara lain fragmen kepala Ganesha, serta koleksi wastra kain batik. Selain itu, miniatur lumbung dan arca bodi satwa dilaporkan rusak dan pecah menjadi beberapa bagian. Bupati berharap koleksi bersejarah yang hilang dapat dikembalikan kepada Pemerintah Kabupaten Kediri.