Jakarta, 1 Oktober 2025 — Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang Pendidikan Khusus (Diksus) 2025 resmi dibuka di Jakarta pada 29 September 2025. Pembukaan kegiatan yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini juga disiarkan secara daring melalui kanal YouTube Puspresnas.
FLS3N Diksus disebut menjadi ruang inklusi bagi peserta didik berkebutuhan khusus untuk mengembangkan bakat di bidang seni, budaya, dan sastra. Kepala Puspresnas Maria Veronica Irene Herdjiono menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak dalam penyelenggaraan kegiatan.
Menurut Irene, jumlah peserta tahun ini meningkat dengan total 7.648 pendaftar dari 35 provinsi. Para peserta berkompetisi dalam 17 cabang lomba melalui karya yang dikirimkan secara daring. “Antusiasme luar biasa ini membuktikan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk berprestasi di bidang seni dan sastra,” ujar Irene.
Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta, Mariman Darto, menekankan bahwa ajang ini tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga apresiasi terhadap kreativitas peserta. “Keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi. FLS3N Diksus hadir sebagai ruang ekspresi dan pembelajaran yang memberi penghargaan atas kreativitas anak-anak istimewa dari seluruh Indonesia,” katanya.
Ribuan peserta dari SDLB, SMPLB, hingga SMALB menampilkan kemampuan dalam berbagai cabang, antara lain menyanyi solo, membaca puisi, pantomim, hingga seni rupa digital. Penyelenggara menyebut kegiatan ini juga diarahkan untuk membentuk karakter melalui nilai sportivitas, kerja keras, dan keberanian tampil di depan publik.
Sejumlah finalis turut membagikan pengalaman mereka selama mengikuti lomba. Araffi Zaidan dari SLBN Negeri Muara Bungo, Jambi, yang mengikuti cabang bercerita, mengaku menghadapi kendala teknis saat membuat video. “Banyak kendala, ada lupa cerita, berbelit, bahkan suara sempat hilang. Tapi saya tetap semangat. Harapan saya bisa menjadi kebanggaan sekolah, bahkan Indonesia,” tutur Araffi.
Sementara itu, Adiba Shakilla Atmarani, siswi SDLB Negeri 1 Palangkaraya, Kalimantan Tengah, peserta cabang menyanyi solo, berharap ajang ini dapat kembali digelar secara tatap muka. Ia mengatakan rutin berlatih tiga kali dalam sepekan bersama pelatih. “Saya selalu berlatih tiga kali dalam seminggu bersama pelatih. Harapan saya semoga FLS3N bisa diadakan langsung agar bisa bertemu teman-teman dari seluruh Indonesia,” ungkap Adiba.
FLS3N Diksus 2025 juga menghadirkan dewan juri dari bidang seni dan sastra. Pemenang dari 17 cabang lomba dijadwalkan diumumkan pada akhir rangkaian kegiatan.

