BERITA TERKINI
Filipina Mulai Rangkaian Pertemuan Jelang KTT ASEAN 2026 di Cebu, Fokus pada Ketahanan Bencana dan Keamanan Energi

Filipina Mulai Rangkaian Pertemuan Jelang KTT ASEAN 2026 di Cebu, Fokus pada Ketahanan Bencana dan Keamanan Energi

Jakarta – Departemen Luar Negeri Filipina (Department of Foreign Affairs/DFA) menggelar serangkaian pertemuan sebagai bagian dari persiapan menuju Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Mei 2026 di Cebu.

Asisten Sekretaris Luar Negeri sekaligus Juru Bicara ASEAN, Dominic Xavier Imperial, mengatakan Filipina—melalui DFA sebagai lembaga utama untuk Pilar Komunitas Politik-Keamanan ASEAN (APSC)—akan menyelenggarakan pertemuan-pertemuan persiapan menjelang KTT tersebut.

Rangkaian agenda diawali dengan pertemuan pejabat senior ASEAN (Senior Officials’ Meeting/SOM), dilanjutkan dengan pertemuan gabungan pejabat senior Pilar Politik-Keamanan dan Ekonomi (SOM-SEOM). Pada Kamis (7/5), pembahasan berlanjut ke tingkat menteri, termasuk Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM), Dewan Komunitas Politik-Keamanan ASEAN (APSC), Dewan Koordinasi ASEAN (ACC), serta pertemuan gabungan menteri luar negeri dan ekonomi.

Imperial menyebut pertemuan-pertemuan tersebut akan dihadiri pejabat senior dan menteri luar negeri dari 11 negara anggota ASEAN. Agenda ini ditujukan untuk merumuskan dasar pembahasan KTT, dengan fokus pada isu-isu mendesak kawasan serta agenda jangka panjang yang sejalan dengan Visi Komunitas ASEAN 2045. Filipina juga mendorong pengesahan tiga dokumen strategis untuk dipertimbangkan para pemimpin ASEAN.

Salah satu isu utama yang diangkat adalah ketahanan bencana. Dave Gomez menyatakan negara-negara anggota ASEAN telah berkomitmen pada kerangka kerja kolaboratif yang mencakup penguatan sistem peringatan dini berbasis masyarakat, percepatan respons kemanusiaan, serta dukungan bagi penduduk terdampak.

Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat respons terhadap bencana, termasuk aktivitas vulkanik seperti di Gunung Mayon, tanpa memperburuk kondisi kelompok masyarakat rentan.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. juga menginstruksikan lembaga terkait untuk memastikan penanganan dampak bencana dilakukan secara cepat, termasuk penyaluran bantuan medis dan pelaksanaan operasi pemulihan di wilayah terdampak.

Dalam konteks penguatan koordinasi regional, Filipina mengusulkan kerangka Manila-ASPECT. Menteri Kesejahteraan Sosial Rex Gatchalian menyebut inisiatif ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan interoperabilitas, memperkuat berbagi data, serta mendukung logistik lintas negara dalam penanganan bencana.

Selain kebencanaan, keamanan energi turut menjadi perhatian. Gatchalian mengatakan ketegangan di Timur Tengah dinilai memberi beban besar bagi Asia, sehingga atas inisiatif Presiden Marcos Jr., para pemimpin memfokuskan kembali agenda untuk memasukkan pembahasan mengenai keamanan energi dan respons terpadu guna mengurangi dampak negatif di masing-masing negara anggota.

KTT ASEAN ke-48 di Cebu diharapkan menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat integrasi kawasan melalui tiga pilar utama—politik-keamanan, ekonomi, dan sosial-budaya—guna menjaga stabilitas dan ketahanan Asia Tenggara di tengah tantangan global.