Festival Film Horor (FFH) 2025 dipastikan akan digelar di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada 12–14 Desember 2025. Ajang ini menyiapkan kategori lomba bagi pelajar dan peserta umum.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menyatakan penyelenggaraan festival diharapkan memberi dampak positif bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana memperkenalkan potensi daerah yang dikenal dengan julukan “70 Mile Sea Paradise”.
“Yang patut kita garis bawahi adalah festival ini harus berjalan dan yang kedua harus berdampak baik pada Pacitan,” ujar Indrata, yang akrab disapa Mas Aji, usai diskusi bersama sineas dan tim Festival Film Horor di rumah dinas bupati, Minggu siang.
Ia menambahkan, festival yang berada di bawah naungan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) tersebut dapat menjadi momentum sosialisasi dan edukasi. Menurutnya, tema horor tidak semata berkaitan dengan hal mistis dan menakutkan, tetapi juga menyangkut budaya dan tradisi yang layak dijaga.
“Kata horor ini perlu dipahami seluas-luasnya. Bahwa horor tidak selalu berhubungan dengan hantu atau setan,” katanya.
Diskusi terkait rencana penyelenggaraan FFH 2025 di Pacitan turut menghadirkan Arief Akhmad Yani, Community Forum Program Director Jogja-NETPAC Asian Film Festival, bersama sineas lokal.

