BERITA TERKINI
Fenomena BookTok di TikTok: Cara Gen Z Menghidupkan Lagi Budaya Membaca

Fenomena BookTok di TikTok: Cara Gen Z Menghidupkan Lagi Budaya Membaca

BookTok berkembang menjadi fenomena global yang ikut mengubah cara Generasi Z berinteraksi dengan buku. Di tengah arus hiburan digital yang serba cepat, tren ini menunjukkan bahwa aktivitas membaca tetap bisa relevan dan diminati.

Melalui TikTok, konten bertema buku hadir dalam berbagai bentuk kreatif: ulasan singkat berdurasi sekitar 15 detik, rekomendasi bacaan dengan visual estetik, hingga video curahan emosi setelah menamatkan cerita yang membekas. Perpaduan literasi dan gaya khas media sosial membuat buku terasa lebih dekat dengan keseharian anak muda.

BookTok sendiri merupakan komunitas besar di TikTok yang berfokus pada dunia buku dan membaca. Berawal dari kreativitas pengguna yang membagikan ulasan singkat, kutipan menyentuh, atau rekomendasi buku dengan gaya yang ekspresif dan mudah dipahami, tagar #BookTok kini tercatat memiliki miliaran tayangan dan menghubungkan pembaca dari berbagai belahan dunia.

Di ruang ini, pengalaman membaca sering dibagikan sebagai cerita emosional. Banyak pembuat konten membicarakan karakter favorit, plot twist yang memancing tangis, atau alasan sebuah buku terasa mengubah cara pandang mereka. Dari interaksi tersebut, terbentuk ruang digital yang hangat bagi pencinta buku muda untuk saling terhubung.

BookTok juga mengubah citra membaca yang sebelumnya kerap dianggap membosankan oleh sebagian anak muda. Aktivitas ini tidak lagi dipandang sebagai kegiatan sunyi yang dilakukan sendirian, melainkan sesuatu yang bisa dibagikan dan dirayakan bersama di dunia maya. Banyak pengguna mengaku kembali menikmati membaca tanpa tekanan akademis—bukan karena tugas, melainkan karena rasa penasaran dan keterikatan emosional terhadap cerita.

Selain itu, BookTok turut mendorong munculnya “reading aesthetic”. Sudut baca dengan pencahayaan lembut, tumpukan buku bernuansa warna tertentu, hingga pilihan outfit saat membaca menjadi bagian dari konten. Bagi sebagian Gen Z, buku bukan sekadar hobi, tetapi juga elemen identitas diri di media sosial—mewakili selera, kepribadian, bahkan suasana hati.

Tren ini juga disebut memperluas preferensi baca Gen Z. Melalui video rekomendasi, pengguna menjadi lebih terbuka pada beragam genre, mulai dari fantasy romance, mystery thriller, hingga buku self-help yang membahas kesehatan mental. BookTok turut memberi ruang bagi buku dari penulis independen atau karya dari budaya non-Barat, sehingga memperkaya variasi bacaan yang beredar di ranah literasi digital. Disebutkan pula bahwa 68 persen pembaca Gen Z merasa terinspirasi oleh BookTok untuk membaca buku yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.

Kekuatan lain BookTok terletak pada kemampuannya membangun komunitas membaca lintas negara. Pembaca dapat berdiskusi, saling memberi rekomendasi, hingga mengadakan reading challenge bersama. Sekitar 16 persen pengguna Gen Z melaporkan bahwa mereka mendapatkan teman baru melalui BookTok.

Di dalam komunitas ini, banyak orang merasa lebih diterima karena tidak ada penilaian soal buku apa yang dibaca atau seberapa cepat seseorang menamatkannya. Dengan pendekatan yang kreatif dan ekspresif, BookTok mendorong budaya membaca terasa lebih hidup dan manusiawi di era digital—berawal dari video singkat yang kemudian berkembang menjadi gerakan global.