BERITA TERKINI
Felicia Kawilarang Bangun Ryse and Shyne sebagai Ruang Aman Kesehatan Mental Perempuan

Felicia Kawilarang Bangun Ryse and Shyne sebagai Ruang Aman Kesehatan Mental Perempuan

Felicia Kawilarang, mantan Chief Marketing Officer (CMO) Halodoc, menghadirkan ruang aman bagi perempuan melalui platform Ryse and Shyne yang ia dirikan pada Mei lalu. Inisiatif ini berangkat dari perjalanan panjang Felicia menghadapi kecemasan sejak kecil hingga depresi ketika dewasa.

Felicia menuturkan, ia telah merasakan kecemasan sejak masa kanak-kanak, meski saat itu belum memahami kondisi yang dialaminya. Menurutnya, pada masa tersebut isu kesehatan mental belum banyak dibicarakan, sehingga ia baru mulai mendalaminya setelah kuliah dengan berkonsultasi kepada ahli.

“Saya mengalami anxiety sejak kecil tapi tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Di masa itu, isu kesehatan mental belum banyak dibicarakan. Baru setelah kuliah saya mulai menyelami, konsultasi dengan ahli, dan akhirnya mendapat diagnosa klinis bahwa saya mengalami general anxiety. Dari situ, saya lebih paham cara menghadapinya,” kata Felicia.

Perjalanan Felicia kemudian berlanjut pada fase yang ia sebut sebagai titik balik besar beberapa tahun lalu. Ia merasa berbagai aspek hidupnya, termasuk karier dan hubungan, telah berjalan sesuai rencana. Namun perubahan drastis yang terjadi membuatnya merasa kehilangan kendali dan mengalami depresi.

“Saat itu saya merasa segala hal dalam hidup, baik karier maupun hubungan, sudah tersusun dengan matang dan berjalan sesuai rencana. Namun, tiba-tiba semuanya berubah drastis. Saya merasa kehilangan kendali atas hidup saya, dan di situlah saya mulai mengalami depresi,” kenangnya.

Pengalaman tersebut mendorong Felicia membangun Ryse and Shyne sebagai tempat bagi perempuan untuk merasa aman, berdaya, dan pulih bersama. Ia ingin menghadirkan ruang yang memungkinkan perempuan saling terhubung dan saling mendukung tanpa takut dihakimi.

“Ketika akhirnya saya berhasil pulih dari depresi, saya merasa kesembuhan ini harus punya makna lebih. Saya ingin membangun tempat agar perempuan bisa merasa aman, berdaya, dan pulih bersama. Tempat di mana mereka bisa saling terhubung, saling mendukung, tanpa takut dihakimi atau malu menjadi dirinya sendiri,” tambah Felicia.

Melalui platform tersebut, Felicia membawa visi untuk meningkatkan kesadaran kesehatan mental perempuan di Indonesia. Ia menekankan bahwa isu kesehatan mental tidak semestinya dianggap sebagai aib, karena gangguan kesehatan mental dapat dialami siapa pun tanpa memandang latar belakang, pengalaman hidup, maupun tingkat kesuksesan.

Felicia juga menyoroti masih kuatnya stigma dan mispersepsi, terutama terhadap perempuan. Menurutnya, penyangkalan atas kondisi yang dialami justru dapat membuat masalah semakin sulit dikelola, sementara penerimaan menjadi langkah awal menuju pemulihan.

Ia menegaskan proses pemulihan tidak bersifat instan dan tidak selalu berjalan lurus. Setiap orang, kata Felicia, memiliki jalannya masing-masing dan tidak ada satu solusi yang cocok untuk semua. Sejumlah orang dapat terbantu dengan meditasi, sebagian lainnya dengan journaling, maupun cara-cara lain.

Lewat Ryse and Shyne, Felicia berharap pengalaman personalnya dapat berkembang menjadi gerakan yang lebih luas untuk membangun ekosistem yang lebih sehat bagi perempuan Indonesia. “Setiap perempuan berhak punya ruang untuk didengar, untuk pulih, dan untuk tumbuh kembali. Saya percaya, ketika perempuan saling mendukung tidak ada yang perlu merasa sendirian dalam perjalanan healing mereka,” pungkas Felicia.