BERITA TERKINI
Aurelie Moeremans Tulis Broken Strings sebagai Proses Berdamai dan Ruang Pulih bagi Pembaca

Aurelie Moeremans Tulis Broken Strings sebagai Proses Berdamai dan Ruang Pulih bagi Pembaca

Aurelie Moeremans membagikan kisah di balik penulisan Broken Strings, buku yang ia sebut lahir dari pengalaman pribadi sekaligus keinginan untuk menemani pembaca yang mengalami hal serupa. Seiring waktu, Aurelie mengaku menyadari banyak perempuan dan orang tua yang merasakan pengalaman sejenis, namun kerap merasa sendirian.

“Seiring waktu, aku sadar banyak perempuan dan orang tua mengalami hal serupa dan merasa sendirian. Dari situ aku merasa, mungkin ceritaku bisa jadi teman buat mereka,” tuturnya.

Bagi Aurelie, menulis Broken Strings juga menjadi bagian penting dari proses berdamai dengan masa lalu. Ia menegaskan, buku tersebut tidak dibuat dengan semangat perlawanan atau balas dendam.

“Iya, sangat (membantu berdamai)” kata Aurelie.

“Menulis Broken Strings bukan tentang balas dendam atau membuka luka lama, tapi tentang memahami apa yang pernah terjadi dan menerima bahwa itu bagian dari hidupku.”

Proses menulis itu membawanya pada kesimpulan personal: ia dapat berdamai tanpa harus memperbaiki atau membenarkan kesalahan yang terjadi di masa lalu.

“Lewat buku ini, aku belajar berdamai tanpa harus membenarkan apa yang salah,” ucap Aurelie Moeremans.

Keputusan Aurelie merilis Broken Strings dalam format e-book gratis juga disebutnya bukan strategi pemasaran. Ia menekankan bahwa sejak awal, orientasi komersial bukan tujuan utama dari buku tersebut.

“Karena dari awal tujuanku bukan komersial,” ujarnya.

“Aku ingin ceritanya bisa diakses oleh siapa pun yang membutuhkan, tanpa hambatan,” jelas Aurelie.

Ia mengatakan, respons yang muncul setelah bukunya viral membuatnya melihat bahwa pembaca tidak hanya diliputi rasa penasaran, tetapi juga ada yang benar-benar membutuhkan bacaan tersebut agar merasa tidak sendirian.

“Aku tahu banyak yang penasaran tapi juga banyak yang benar-benar butuh bacaan ini untuk merasa tidak sendirian,” katanya.

“Buku fisik tetap aku siapkan, tapi e-book gratis itu adalah bentuk niat awal buku ini,” sambung Aurelie.

Dalam periode kehamilannya bersama Tyler Bigenho, Aurelie menyebut dirinya berada dalam fase refleksi yang intens dan banyak menulis. Namun ia menegaskan Broken Strings tidak dirancang sebagai awal dari seri buku, melainkan berdiri sendiri.

“Selama hamil memang aku banyak menulis, karena aku lagi di fase refleksi yang dalam,” ungkapnya.