Menghabiskan waktu di ruang terbuka hijau kerap dikaitkan dengan berkurangnya kecemasan, membaiknya suasana hati, hingga munculnya efek relaksasi. Dalam artikel di situs khironclinics.com, disebutkan bahwa keberadaan ruang hijau dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan mental dan emosional.
Menurut Klinik Khiron—yang memperkenalkan diri sebagai pusat pemulihan trauma rawat inap dan rawat jalan dengan perawatan berbasis sistem saraf—lingkungan alami yang asri dapat membantu seseorang merasa lebih tenang, menurunkan tekanan psikologis, serta mendukung keseimbangan emosional. Akses ke ruang hijau juga disebut berkaitan dengan penurunan tingkat stres dan meningkatnya rasa bahagia.
Berikut enam manfaat suasana alam untuk kesehatan mental yang dirangkum dari paparan tersebut.
1. Membantu menciptakan suasana hati lebih baik
Paparan ruang hijau disebut berkontribusi pada peningkatan kadar serotonin dan dopamin di otak, dua zat yang berperan dalam menghadirkan perasaan bahagia dan sejahtera. Berada di lingkungan alami juga dikaitkan dengan berkurangnya emosi negatif seperti marah, frustrasi, dan cemas. Bagi orang dengan gangguan afektif musiman, interaksi dengan alam disebut dapat membantu mengatasi gejala yang muncul akibat perubahan musim.
2. Membantu mengatasi stres
Ruang terbuka hijau dinilai dapat memberi efek relaksasi yang membantu menurunkan stres dan menciptakan rasa tenang. Interaksi dengan alam juga disebut dapat menurunkan kadar kortisol, hormon yang berkaitan dengan stres. Ketika kortisol menurun, risiko kecemasan dan depresi disebut ikut berkurang.
3. Membantu mengurangi rasa nyeri
Berada di lingkungan hijau disebut dapat membantu meredakan nyeri, terutama pada mereka yang mengalami nyeri kronis. Efek relaksasi dari interaksi dengan alam dinilai dapat mengalihkan perhatian dari rasa sakit, sekaligus memperbaiki suasana hati dan menurunkan stres, sehingga tubuh merespons nyeri dengan lebih baik.
4. Meningkatkan fungsi kognitif
Menghabiskan waktu di alam dikaitkan dengan peningkatan kinerja otak, termasuk daya ingat, fokus, dan kreativitas. Lingkungan alami disebut memberi efek terapeutik yang membantu mengurangi beban sensorik, sehingga otak dapat memproses informasi dengan lebih optimal dan mendukung produktivitas.
5. Mendukung sistem imunitas tubuh
Kunjungan rutin ke ruang hijau disebut dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Tanaman di alam melepaskan senyawa fitoncida yang memiliki efek antimikroba. Senyawa ini disebut dapat meningkatkan produksi sel darah putih yang berperan melindungi tubuh dari infeksi dan penyakit.
6. Membantu menciptakan kualitas tidur lebih baik
Lingkungan alami juga disebut berkontribusi pada peningkatan kualitas dan durasi tidur. Efek menenangkan yang mengurangi stres dinilai membantu tubuh beradaptasi dengan ritme sirkadian yang lebih seimbang. Paparan cahaya alami dan udara segar juga disebut mendukung pola tidur yang lebih teratur, sehingga tidur menjadi lebih nyenyak.

