Film live-action terbaru Disney, “Snow White”, menjadi perbincangan bahkan sebelum resmi dirilis. Dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 19 Maret 2025, film ini dibintangi Rachel Zegler sebagai Snow White dan Gal Gadot sebagai Evil Queen.
Sejumlah kritik muncul dari berbagai pihak, terutama terkait pemilihan pemeran, perubahan representasi karakter, hingga pernyataan politik para pemainnya. Berikut empat kontroversi utama yang mengiringi film tersebut.
1. Pemilihan Rachel Zegler sebagai Snow White
Keputusan Disney memilih Rachel Zegler, aktris berdarah Kolombia dan Polandia, memicu respons beragam. Sebagian pihak menilai pilihan itu tidak sesuai dengan karakter Snow White dalam film animasi klasik tahun 1937. Di media sosial, kritik bernada rasis juga muncul, di antaranya berangkat dari anggapan bahwa Snow White seharusnya memiliki kulit “seputih salju”.
2. Modernisasi cerita yang memicu perdebatan
Kontroversi lain datang dari perubahan narasi yang disebut lebih modern. Rachel Zegler menyampaikan bahwa versi terbaru ini menampilkan Snow White yang tidak hanya menunggu pangeran, melainkan lebih berfokus pada impian dan ambisinya sebagai seorang pemimpin.
Perubahan tersebut disambut sebagian pihak sebagai bentuk pemberdayaan perempuan. Namun, ada pula yang menilai Disney telah terlalu jauh mengubah cerita asli yang telah dikenal dan dicintai selama puluhan tahun.
3. Polemik penggambaran tujuh kurcaci dengan teknologi CGI
Disney juga menuai kritik terkait keputusan menggambarkan tujuh kurcaci menggunakan teknologi CGI, alih-alih melibatkan aktor bertubuh kecil. Salah satu kritik datang dari aktor “Game of Thrones” Peter Dinklage, yang memiliki kondisi achondroplasia.
Disney menyatakan telah berkonsultasi dengan komunitas penyandang dwarfisme. Meski begitu, sejumlah aktor bertubuh kecil menilai keputusan tersebut dapat mengurangi kesempatan kerja bagi mereka di industri film.
4. Pernyataan politik Rachel Zegler dan Gal Gadot
Kontroversi juga menyentuh ranah politik, menyusul pernyataan yang disampaikan kedua pemeran utama. Rachel Zegler secara terbuka menyatakan dukungan terhadap Palestina melalui unggahan di media sosial. Ia juga pernah membuat pernyataan kontroversial tentang mantan Presiden AS Donald Trump, yang kemudian diklarifikasi serta disertai permintaan maaf.
Sementara itu, Gal Gadot yang berkebangsaan Israel menuai reaksi keras karena dukungannya terhadap Israel dalam konflik Israel-Hamas. Sejumlah kelompok menyerukan boikot terhadap “Snow White” setelah Gadot mengadakan pemutaran film dokumenter tentang serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Terlepas dari berbagai polemik tersebut, “Snow White” tetap disebut sebagai salah satu rilisan yang dinanti pada 2025. Respons penonton setelah film ini tayang di bioskop akan menjadi penentu bagaimana kontroversi tersebut memengaruhi penerimaan publik.

