Penyanyi dan penulis lagu asal Kanada, elijah woods, merilis single terbaru berjudul “I Miss You”. Lagu ini menjadi cuplikan terakhir sebelum album perdananya, “Can We Talk?”, yang dijadwalkan rilis pada 14 Oktober 2025.
“I Miss You” hadir dengan nuansa pop lembut, ditopang permainan riff gitar akustik dan melodi yang mudah diingat. Dari sisi lirik, elijah menampilkan cerita personal tentang harapan dan ketidakpastian dalam cinta. Energi emosional yang sebelumnya terasa dalam lagu “24/7, 365” juga disebut hadir dalam rilisan ini.
Elijah menggambarkan “I Miss You” sebagai refleksi perasaan yang muncul di tengah malam—saat seseorang tetap percaya sebuah hubungan dapat menemukan jalannya selama masih ada usaha. “Lagu ‘I Miss You’ adalah lagu tentang terus berharap meski cinta serasa tidak pasti. Seperti pikiran tengah malam yang membuat kita merasa bahwa kita akan menemukan jalan kita saat kita terus mencoba. Lagu ini emosional, namun lagu ini berbicara tentang rasa percaya terhadap sebuah hubungan,” ujar elijah woods.
Menjelang perilisan resminya, elijah sempat membagikan cuplikan “I Miss You” di Instagram dan TikTok pada September lalu. Unggahan tersebut mendapat beragam tanggapan positif dari pendengar yang menantikan rilis penuh lagu ini.
Album “Can We Talk?” disebut menjadi bagian penting dalam perjalanan karier elijah. Setelah merilis lima EP dan sejumlah single dalam lima tahun terakhir, ia menegaskan langkahnya sebagai musisi independen yang terus berkembang. Secara global, elijah telah mengumpulkan lebih dari 1 miliar stream dan memiliki lebih dari 5 juta pengikut di berbagai platform digital.
Dalam album “Can We Talk?”, elijah akan mengangkat tema-tema emosional seperti keintiman, kejujuran, dan refleksi diri. Lagu-lagunya tetap dibawakan dengan gaya penulisan khas yang berfokus pada pengalaman pribadi dan perasaan manusia.
Rilisan ini hadir setelah elijah menuntaskan tur Asia keduanya bertajuk “Give Me The Sunlight Tour” pada Juli hingga Agustus 2025. Tur tersebut mencakup 12 kota, termasuk Jakarta, tempat ia tampil di The Sounds Project 2025. Konsernya di Taipei dan Hongkong dilaporkan terjual habis, serta ia tampil di Summer Sonic Festival di Osaka dan Tokyo, selain singgah di Singapura, Manila, dan Bangkok.
Pada tahun sebelumnya, elijah juga tercatat menjadi musisi pembuka konser Niall Horan di Jakarta, serta berbagi panggung dengan Lauv, Jeremy Zukcker, dan JP Saxe di Seoul Jazz Festival. Popularitasnya di Indonesia disebut cukup tinggi, dengan Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan jumlah pemutaran musik elijah terbanyak secara digital.
Di luar musik, elijah juga aktif di dunia mode. Ia pernah menjadi sampul Esquire Singapore dan tampil di sejumlah publikasi internasional seperti The Greatest Magazine, VMAN SEA, dan NYLON Manila. Dengan rencana perilisan album “Can We Talk?”, tahun 2025 disebut menjadi salah satu fase penting dalam kariernya di industri musik global.

