Jakarta — Band indie pop asal Jakarta, Elephant Kind, mengungkap alasan kepulangan mereka ke Indonesia pada 2024 setelah menghabiskan sekitar tiga tahun di London, Inggris. Perjalanan yang semula diharapkan menjadi langkah besar dalam pengembangan karier justru diwarnai persoalan kontrak dan kerja sama yang tidak berjalan sesuai rencana.
Dalam wawancara di program Shindu’s Scoop, Bam bercerita bahwa saat berangkat ke London mereka datang dengan harapan besar. Namun, ia mengaku baru menyadari sejumlah konsekuensi dari kontrak yang mereka tanda tangani setelah semuanya berjalan. Bam mengatakan pada saat itu mereka masih belum memahami cara membaca kontrak dengan baik.
Situasi semakin rumit ketika Bam bersama Bayu (drum) dan Kevin (bas/gitar) tiba di London pada Maret 2022. Menurut Bam, tim label yang dijanjikan ternyata belum terbentuk saat mereka sampai di sana. Kondisi itu membuat arah proyek dan visi kerja sama menjadi tidak jelas, sebelum akhirnya tim tersebut dibentuk belakangan.
Frustrasi mereka juga memuncak dalam konflik dengan pihak A&R label. Bam mengenang adanya tekanan untuk bekerja lebih keras, termasuk usulan untuk mengganti Bayu dengan session drummer. Ia menyebut ketegangan itu sempat membuatnya emosi hingga nyaris berujung konfrontasi fisik.
Meski demikian, kepulangan ke Jakarta kemudian menjadi titik balik. Setelah keluar dari kerja sama yang dinilai tidak sejalan, Elephant Kind merampungkan album More Time, yang sebagian besar materinya telah mereka matangkan selama berada di London.
Bayu menegaskan, hal-hal yang seharusnya bisa mereka lakukan bersama label dalam tiga tahun terakhir akhirnya dapat mereka kerjakan sendiri setelah kembali, karena kini mereka memiliki otoritas penuh atas musik yang dibuat.