Di tengah ritme kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan, wisata alam dengan pendekatan pemulihan fisik dan mental kian diminati. Econique, anak usaha Perhutani, mengusung konsep wisata yang memadukan wellness Etnaprana dan filosofi Stoik sebagai bagian dari pengalaman di destinasi-destinasi yang dikelolanya di Pulau Jawa.
Econique mengelola lebih dari 110 destinasi wisata alam yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk Bandung, Malang, Banyuwangi, hingga Purwokerto. Sejumlah lokasi yang disebut sebagai destinasi unggulan antara lain Cikole Jayagiri Resort, Green Grass Cikole, Resort Baturraden, dan Pantai Pulau Merah di Banyuwangi. Pengelolaan destinasi ini diklaim mengedepankan prinsip keberlanjutan dan pelestarian lingkungan.
Konsep wellness Etnaprana diperkenalkan sebagai pendekatan kesehatan holistik yang menggabungkan kearifan lokal Nusantara dengan praktik kesehatan modern. Pendekatan ini menekankan keseimbangan tubuh, pikiran, dan lingkungan melalui ritual tradisional, penggunaan bahan alami, teknik pernapasan, serta meditasi yang berakar dari budaya Indonesia. Melalui konsep tersebut, pengalaman wisata tidak hanya berfokus pada pemandangan, tetapi juga pada upaya menyelaraskan diri dengan alam dan diri sendiri.
Salah satu contoh penerapan konsep itu disebut berada di Green Grass Cikole, Bandung. Di lokasi ini, pengunjung dapat berkemah di kawasan hutan pinus, menikmati udara pegunungan, dan berinteraksi dengan rusa totol yang hidup bebas. Aktivitas yang ditawarkan dirancang untuk membantu pengunjung menenangkan pikiran dan memperkuat koneksi dengan alam tanpa merusak lingkungan sekitar.
Selain wellness Etnaprana, Econique juga mengangkat filosofi Stoik yang disebut kian populer, terutama di kalangan milenial dan generasi Z. Stoikisme menekankan ketenangan batin, penerimaan terhadap hal yang tidak bisa diubah, serta fokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan. Dalam narasi pengalaman wisata, alam diposisikan sebagai ruang refleksi, misalnya melalui aktivitas trekking, meditasi di tepi danau, atau menikmati pemandangan pegunungan di destinasi seperti Coban Rondo di Malang maupun Kawah Putih di Jawa Barat.
Peran Econique sebagai pengelola wisata alam juga disertai sejumlah program yang melibatkan masyarakat. Disebutkan, perusahaan bekerja sama dengan masyarakat desa hutan dalam upaya menjaga kelestarian kawasan wisata, antara lain melalui pengelolaan sampah terpadu, penanaman pohon, dan edukasi lingkungan.
Setelah proses merger dan regrouping anak perusahaan Perhutani, Econique difokuskan sebagai pusat pengelolaan ekowisata dan wellness tourism berbasis alam. Seluruh destinasi wisata alam dan bisnis terkait dialihkan ke Econique agar pengelolaan dinilai lebih terintegrasi dan profesional, sekaligus untuk mengembangkan produk wisata yang menonjolkan pengalaman autentik, kesehatan holistik, dan keberlanjutan lingkungan.
Di luar pengelolaan destinasi, Econique juga memiliki lini produk ritel berbasis hasil hutan. Produk yang disebut menjadi andalan antara lain Madu Perhutani dengan beberapa varian, seperti madu bunga liar, kelengkeng, dan randu. Selain itu, tersedia pula minyak kayu putih dan air Perhutani yang dipasarkan di toko oleh-oleh di sejumlah lokasi wisata yang dikelola.
Dalam pengembangan ekowisata, Econique menyebut menerapkan beberapa strategi, mulai dari pelatihan pemandu wisata yang memahami konsep wellness Etnaprana dan filosofi Stoik, pengembangan produk wisata glamping seperti di Green Grass Cikole, hingga pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi econiquetrip dan sistem pembayaran non-tunai Econique Card. Perusahaan juga menekankan kolaborasi dengan komunitas lokal dan desa hutan, serta penerapan standar nasional dan internasional dalam pengelolaan destinasi agar tetap ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Perhutani sendiri merupakan Badan Usaha Milik Negara berbentuk Perusahaan Umum (Perum) yang memiliki tugas dan wewenang mengelola sumber daya hutan negara di Pulau Jawa dan Madura. Melalui Econique, pengelolaan wisata alam diarahkan untuk menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menawarkan keindahan lanskap, tetapi juga ruang pemulihan dan refleksi bagi pengunjung.

