Divo Band asal Malang merilis album perdana bertajuk Cinta Bikin Gila sebagai upaya menegaskan eksistensi musik rock di tengah industri musik yang kini banyak didominasi genre populer seperti hip hop, R&B, hingga ambyaran. Album ini dikemas dengan pendekatan pop rock agar tetap relevan dengan selera pendengar saat ini.
Leader Divo Band, Yoga Adhinata, mengatakan Malang memiliki sejarah dan karakter kuat sebagai kota rock. Ia menilai identitas tersebut perlu terus dirawat di tengah pergeseran tren musik yang turut dipengaruhi platform digital dan algoritma distribusi.
“Kami ingin berkontribusi menghidupkan kembali musik rock di Bhumi Arema. Saat ini memang banyak genre lain yang lebih dominan seperti hip hop, R and B, ambyaran, dan jazz. Tapi kami ingin menegaskan kembali bahwa jati diri Arema adalah rock,” ujar Yoga saat peluncuran album di Hi5 Anang Family Lounge, Selasa malam (21/4/2026).
Album Cinta Bikin Gila memuat delapan lagu bertema cinta, kehilangan, hingga refleksi personal, yakni “Cinta Bikin Gila”, “Sakit Hati”, “Takdirmu Bersamaku”, “Pejuang Hati”, “Cinta Buta”, “Pesta Bujang”, “Elegi Tuk Ayah”, dan “Amnesia”. Secara musikal, Divo memadukan distorsi gitar khas rock dengan aransemen yang lebih ringan agar mudah diterima pendengar.
Peluncuran album sekaligus video musik untuk single utama digelar di Hi5 Lounge Anang Family Karaoke pada Selasa malam, 21 April 2026. Divo menyebut momentum ini sebagai langkah awal untuk memperluas jangkauan pasar, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Ke depan, Divo berencana merilis seluruh lagu ke berbagai platform digital seperti Spotify. Mereka juga menyiapkan produksi video yang masih dalam tahap penyusunan bersama pihak sponsor.
“Kami ingin karya ini tidak hanya berhenti di launching, tapi benar-benar sampai ke publik luas. Harapannya bisa diterima masyarakat dan bahkan menembus 10 besar Spotify nasional,” kata Yoga.
Divo Band terbentuk sejak 2011 dan sempat vakum karena kesibukan masing-masing personel. Mereka kembali aktif sejak 2018 dengan formasi Yoga (kibor), Okky (gitar), Novan (bass), Yosie (drum), dan Rafly (vokal). Dengan pengalaman panggung sejak awal 2000-an, Divo kini menegaskan eksistensinya melalui karya yang disebut lebih matang dan terarah.
Melalui album perdana ini, Divo tidak hanya memperkenalkan rilisan terbaru, tetapi juga membawa misi menjaga nyala musik rock tetap hidup di tengah perubahan lanskap industri musik.