BERITA TERKINI
Disdikbud Bontang Perkuat Pelestarian Budaya Lewat Erau Pelas Benua dan Pesta Laut

Disdikbud Bontang Perkuat Pelestarian Budaya Lewat Erau Pelas Benua dan Pesta Laut

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian adat dan budaya daerah melalui dua kegiatan utama, yakni Erau Pelas Benua di Kelurahan Guntung dan Pesta Laut Bontang Kuala.

Kedua agenda adat tersebut dinilai bukan sekadar tradisi masyarakat, melainkan bagian penting dalam menjaga identitas budaya Kalimantan Timur yang terus dipertahankan hingga kini.

Erau Pelas Benua yang digelar di Kelurahan Guntung, Bontang Utara, merupakan ritual adat masyarakat Kutai berupa pembersihan kampung (pelas benua). Kegiatan ini bertujuan sebagai tolak bala sekaligus memohon keselamatan bagi warga.

Sementara itu, Pesta Laut Bontang Kuala merupakan tradisi tahunan masyarakat pesisir sebagai wujud rasa syukur atas hasil laut. Rangkaian kegiatannya mencakup ritual Balai Pompong, pertunjukan tari tradisional, sajian kuliner khas Gami Bawis, serta berbagai perlombaan rakyat.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menyampaikan bahwa dua kegiatan tersebut telah menjadi agenda budaya rutin yang dilaksanakan setiap tahun dan perlu terus dipertahankan. “Dua kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang harus terus dipastikan terlaksana. Kami dari Disdikbud Bontang tentu memberikan dukungan penuh,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Menurut Abdu, tradisi tersebut tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga berdampak positif bagi masyarakat, termasuk dalam pengembangan ekonomi lokal dan pelestarian warisan budaya daerah. Ia juga menilai pelaksanaannya berpotensi menjadi daya tarik wisata yang dapat mendatangkan pengunjung dari luar daerah.

Selain itu, Abdu menekankan nilai edukasi dari dua agenda budaya tersebut. Ia menyebut kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebagai objek penelitian bagi kalangan akademisi dan mahasiswa. “Dari sisi ilmu pengetahuan, kegiatan ini bisa menjadi laboratorium hidup untuk penelitian dan pembelajaran budaya,” katanya.