BERITA TERKINI
Desa Malimpung Gelar Pelatihan Seni Tari untuk Generasi Muda, Libatkan Sanggar Tari Sasebo

Desa Malimpung Gelar Pelatihan Seni Tari untuk Generasi Muda, Libatkan Sanggar Tari Sasebo

PINRANG — Pemerintah Desa Malimpung, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, menggelar pelatihan seni tari bagi generasi muda sebagai upaya menanamkan nilai-nilai kebudayaan agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Pelatihan seni tari tersebut merupakan salah satu program kerja Desa Malimpung yang ditujukan untuk mengasah potensi anak-anak dan remaja, khususnya di bidang seni, sekaligus mendorong pelestarian tari tradisional Bugis.

Digelar 6–12 Desember 2021

Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor Desa Malimpung pada 6–12 Desember 2021. Pelatihan dilatih langsung oleh Sanggar Tari Sasebo dan Pinrang Art Space.

Kepala Desa Malimpung Muhammad Nur melalui Staf Desa Malimpung, Abdul Hamid, mengajak seluruh generasi muda di desa tersebut untuk ikut serta dalam pelatihan seni dan turut menjaga kebudayaan.

Menurut Abdul Hamid, pelatihan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya, khususnya tari Bugis. Ia juga menyebut gagasan ke depan agar Desa Malimpung menjadi jalur desa wisata di Sulawesi Selatan.

Antusias peserta dari SD hingga SMA

Abdul Hamid menilai kondisi kultur budaya saat ini mulai terlupakan. Melalui pelatihan ini, ia berharap generasi muda kembali bergairah mendalami seni. Ia juga menyampaikan antusiasme peserta cukup tinggi dengan keterlibatan berbagai kalangan, mulai dari siswa SD hingga SMA.

“Tupoksi dari program kerja Desa Malimpung adalah bagaimana seluruh generasi muda Desa Malimpung terlibat,” ujarnya.

Tekankan makna budaya dalam tari

Hal senada disampaikan Andi Balele, pendiri Sanggar Seni Batari Ogi'e (Sasebo) sekaligus narasumber pelatihan tari dan musik tradisional. Ia menyebut program pelatihan seni untuk generasi muda merupakan bentuk apresiasi terhadap pelestarian adat dan kebudayaan.

Menurutnya, seni tari tidak hanya mengajarkan gerak, tetapi juga memuat nilai-nilai kultur dalam kehidupan sehari-hari yang dapat dimaknai oleh peserta.

Andi Balele berharap setelah pelatihan berakhir, generasi muda tetap menjaga budaya lokal agar tidak terkikis pengaruh modernisasi.