BERITA TERKINI
Deretan Film Panjang Indonesia yang Berawal dari Film Pendek dan Serial YouTube

Deretan Film Panjang Indonesia yang Berawal dari Film Pendek dan Serial YouTube

Adaptasi cerita ke layar lebar tidak selalu berangkat dari sinetron atau kisah nyata. Sejumlah sineas Indonesia juga mengembangkan film panjang dari film pendek maupun serial yang lebih dulu tayang di YouTube. Dari horor hingga komedi, karya-karya ini memperlihatkan bagaimana ide yang awalnya hadir dalam format ringkas dapat diperluas menjadi tontonan berdurasi panjang.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah Waktu Maghrib (2023). Film ini terinspirasi dari film pendek berjudul sama yang tayang di YouTube dan telah ditonton lebih dari 8 juta kali. Versi film pendeknya berkisah tentang seorang perempuan yang memesan ojek online saat waktu magrib. Sementara itu, versi panjangnya berfokus pada tiga anak sekolah dasar yang kerap bermain hingga petang, di tengah keyakinan bahwa waktu magrib menjadi saat yang disukai makhluk halus. Film ini disebut berhasil mengumpulkan lebih dari 2 juta penonton dan dibintangi Ali Fikry, Bima Sena, Aulia Sarah, serta Taskya Namya. Film tersebut juga menjadi debut Sidharta Tata sebagai sutradara.

Sebelum itu, Makmum (2019) lebih dahulu dikenal sebagai adaptasi film pendek ke film panjang. Film pendeknya ditonton 47 juta kali dan disebut meraih banyak penghargaan, disutradarai Riza Pahlevi. Dalam versi panjang, cerita mengikuti Rini (Titi Kamal), pengurus jenazah yang kembali ke asramanya karena ibu asrama sakit. Kepulangannya memunculkan nuansa mistis yang mengganggu para penghuni, terutama saat mereka melaksanakan salat. Film ini dibintangi Titi Kamal, Ali Syakieb, Tissa Biani, dan Bianca Hello, serta menjadi debut Titi Kamal dalam film horor.

Dari genre komedi, Malam Minggu Miko (2014) diadaptasi dari serial YouTube yang juga tayang di salah satu stasiun TV Indonesia. Serialnya bercerita tentang dua anak muda yang kerap mengalami kegalauan dan kesepian saat malam minggu. Versi film panjangnya, Malam Minggu Miko Movie (2014), mengisahkan empat pria penghuni kontrakan yang tak kunjung beruntung dalam urusan percintaan: Miko (Raditya Dika), Dovi (Andovi da Lopez), Ryan (Ryan Adriandhy), dan Anca (Hadian Saputra). Kesialan tersebut dikaitkan dengan kesalahan yang pernah dilakukan Miko saat masih SMP.

Di ranah horor, Rumah Dara (2009) disebut sebagai adaptasi dari film pendek berjudul Dara. Film pendek itu merupakan bagian dari antologi horor Takut: Faces of Fear dan juga disutradarai Mo Brothers. Respons penonton mendorong Timo Tjahjanto dan Kimo Stamboel mengembangkannya menjadi film panjang yang berkisah tentang sekelompok anak muda yang terjebak di rumah keluarga psikopat yang gemar memakan daging manusia. Film ini disebut meraih banyak penghargaan.

Sementara itu, proyek film Siksa Kubur juga disebut terinspirasi dari film pendek YouTube garapan Joko Anwar. Dalam versi film pendek, ceritanya menampilkan seorang anak kecil yang sedih melihat ayahnya meninggal, lalu masuk ke peti bersama sang ayah tanpa sepengetahuan siapa pun. Dari situ, anak tersebut menyaksikan berbagai gambaran siksa kubur yang menakutkan. Adapun alur versi film panjangnya disebut belum diketahui.

Adaptasi dari film pendek atau serial YouTube menuntut pengembangan cerita, karakter, dan tensi dramatik agar mampu menghadirkan pengalaman yang lebih luas dibanding versi awalnya. Tantangan ini menjadi bagian penting yang perlu ditaklukkan para pembuat film ketika membawa cerita dari format digital berdurasi singkat ke layar lebar.