Grup musik tradisional Vietnam, Chào Band, mendapat penghargaan dari komunitas bisnis Korea dalam ajang CICON Vietnam 2026 yang digelar di Kota Ho Chi Minh. Pada upacara penghargaan yang dihadiri lebih dari 300 pemimpin dari sembilan negara Asia tersebut, nama yang diumumkan dalam kategori “CEO Dunia 2026” bukanlah perusahaan, melainkan sebuah band yang dikenal merayakan musik tradisional Vietnam melalui 30 alat musik khas.
Chào Band merupakan grup musik soul yang tampil dalam program Chào Show, sebuah pertunjukan yang memadukan musik rakyat, visual, dan kuliner. Ketua Komite Seni Asia (Artlian), Lee Young Jun, menyatakan program itu menampilkan budaya dan musik Vietnam yang unik, sekaligus memberi landasan bagi Vietnam untuk berinteraksi dengan dunia secara percaya diri dan berkembang di masa depan.
Lee juga menjelaskan alasan penghargaan tersebut diberikan. Menurutnya, seni memiliki banyak bidang, dan penggabungan elemen artistik seperti musik, gambar, lukisan, dan lainnya dapat meningkatkan emosi penonton.
Chào Show diluncurkan pada awal Maret 2025. Panggung pertunjukan ini dirancang sebagai pengalaman artistik yang ditujukan untuk wisatawan internasional, dan digambarkan menyerupai orkestra simfoni nasional dengan kualitas artistik tinggi serta perhatian detail pada konten maupun penampilan.
Dalam pertunjukan, penonton diajak melakukan perjalanan budaya dari Utara hingga Selatan Vietnam melalui melodi khas dan visual yang hidup, dengan menghadirkan alat musik representatif dari masing-masing wilayah.
Selain pertunjukan, Chào Show juga menghadirkan pengalaman kuliner melalui menu yang menampilkan spesialisasi regional. Konsep ini membentuk suasana “pertunjukan makan malam” yang disebut menjadi pilihan bagi wisatawan maupun warga kota setelah menjalani aktivitas seharian.
Penyelenggara menyebut program tersebut dikembangkan dari gagasan bahwa pilihan hiburan budaya pada malam hari di Kota Ho Chi Minh masih terbatas. Setelah berkeliling sepanjang hari, wisatawan dinilai kerap hanya memiliki opsi makan dan berbelanja, sementara permintaan terhadap pengalaman seni dan budaya disebut tinggi.
Karena itu, program ini diklaim berkontribusi pada pengembangan industri budaya, mempromosikan musik rakyat Vietnam secara lebih luas, serta menargetkan pembangunan berkelanjutan dengan menyeimbangkan pelestarian nilai budaya tradisional dan promosi ekonomi malam hari kota.
Penyelenggara juga menyatakan Chào Show menjadi tempat usaha pertama dan satu-satunya di Vietnam yang saat ini menawarkan program “pertunjukan makan malam” yang memenuhi standar untuk melayani tamu Muslim. Inisiatif ini disebut membuka arah baru dalam strategi Kota Ho Chi Minh untuk menarik wisatawan internasional.