BERITA TERKINI
Boyolali City Light 2026 Diproyeksikan Jadi Agenda Tahunan dan Penggerak Ekonomi Baru

Boyolali City Light 2026 Diproyeksikan Jadi Agenda Tahunan dan Penggerak Ekonomi Baru

Boyolali City Light (BCL) yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Maret–11 April 2026 diproyeksikan menjadi agenda tahunan sekaligus pusat perekonomian baru di Kabupaten Boyolali. Kegiatan yang digelar pada momentum Ramadan hingga Lebaran itu dinilai mampu menarik perhatian masyarakat, pemudik, dan wisatawan.

Bupati Boyolali Agus Irawan mengatakan penyelenggaraan BCL tahun kedua berjalan baik dan mendapat antusiasme tinggi. Ia menilai kegiatan tersebut berdampak pada peningkatan pendapatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Tentunya dengan adanya BCL pendapatan dari UMKM meningkat tajam. Tentu tetap ada beberapa evaluasi, salah satunya inovasi agar selalu memberikan hal yang baru dan menarik,” kata Agus saat ditemui di Kantor DPRD Boyolali, Jumat (17/4/2026).

Menurut Agus, inovasi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar BCL tetap menarik bagi konsumen dan wisatawan. Ia memastikan pelaksanaan BCL pada tahun-tahun mendatang akan dibuat lebih kreatif dan meriah.

Agus juga menyampaikan hasil survei timnya terkait perputaran ekonomi selama gelaran BCL. Ia menyebut perputaran ekonomi per malam bisa mencapai Rp1 miliar, meski pada hari biasa angkanya dapat lebih rendah. Sejumlah dinas dan instansi turut mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Boyolali, Prasetyo Adi Setiawan, menjelaskan area BCL membentang dari Jembatan Kali Gede, Bundaran Simpang Lima, hingga Tugu Susu Tumpah. Sepanjang jalur itu dihiasi lampu dan dekorasi bertema Ramadan yang dirancang instagramable dengan konsep wajah baru Boyolali Maju.

Selain menjadi daya tarik wisata, BCL juga menjadi ruang bagi komunitas seni dan masyarakat untuk menampilkan pertunjukan. Berbagai hiburan seperti penampilan band, seni budaya, dan atraksi lainnya digelar, terutama pada akhir pekan.

“BCL ini ternyata jadi ajang para seniman Boyolali yang ingin unjuk gigi. Bagi masyarakat yang berminat, bisa mendaftar di kontak person di Instagram kami,” ujar Adi.

Adi menambahkan, seluruh pembiayaan Boyolali City Light tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah, melainkan berasal dari sponsor.