BERITA TERKINI
Bitcoin Masuk Zona “Still Cheap” di Rainbow Chart, Pasar Pantau Level Kunci Menjelang April 2025

Bitcoin Masuk Zona “Still Cheap” di Rainbow Chart, Pasar Pantau Level Kunci Menjelang April 2025

Bitcoin (BTC) menunjukkan sinyal menarik menjelang penutupan kuartal pertama 2025. Berdasarkan Bitcoin Rainbow Chart—indikator visual yang memetakan sentimen harga jangka panjang—BTC berada di zona “Still Cheap” saat diperdagangkan di kisaran US$87 ribu pada 28 Maret 2025. Secara historis, area ini kerap dikaitkan dengan fase akumulasi sebelum pergerakan harga yang lebih besar.

Meski demikian, pasar masih diwarnai volatilitas dan BTC belum sepenuhnya keluar dari tekanan teknikal jangka pendek. Kondisi ini membuat investor dan trader memantau pergerakan harga secara ketat menjelang April 2025.

Harga BTC di zona “Still Cheap”

Dengan harga sekitar US$87 ribu, Rainbow Chart menempatkan Bitcoin pada zona “Still Cheap”, yang secara historis dipandang sebagai area undervalued. Dalam proyeksi Rainbow Chart untuk 30 April 2025, terdapat dua zona yang menjadi perhatian pelaku pasar.

Jika BTC mampu menembus level US$95.164, maka posisinya akan masuk ke zona “HODL!”, yang secara historis kerap diasosiasikan dengan fase bullish. Di sisi lain, Rainbow Chart juga memetakan rentang proyeksi harga BTC untuk April 2025 berada antara US$73.358 hingga US$125.174, bergantung pada dinamika pasar.

Resistensi masih membayangi, support jangka pendek terpantau

Dari sisi teknikal, BTC menghadapi resistensi kuat di area US$88.200–US$88.470. Sementara itu, support jangka pendek berada di kisaran US$86.220–US$86.460.

Data pergerakan harga menunjukkan BTC menguat 0,65% dalam 24 jam terakhir dan naik 2,94% dalam tujuh hari. Volume perdagangan 24 jam tercatat sebesar US$23,94 miliar, dengan kapitalisasi pasar mencapai US$1,72 triliun. Pada saat yang sama, harga BTC tercatat di US$87.117,15.

Dominasi pasar Bitcoin berada di 60,66%, mempertegas perannya sebagai acuan utama pergerakan pasar kripto secara global.

Antara sinyal akumulasi dan kehati-hatian

Zona “Still Cheap” kerap dipandang sebagian investor sebagai sinyal akumulasi, terutama menjelang kuartal baru dan potensi katalis dari peristiwa makro seperti Bitcoin halving yang baru saja terjadi. Namun, pelaku pasar juga menilai bahwa indikator ini bukan alat prediksi teknikal konvensional, melainkan kerangka visual untuk membaca sentimen jangka panjang berdasarkan tren historis.

Di sisi lain, trader harian cenderung lebih menitikberatkan level resistensi dan support jangka pendek untuk menentukan strategi masuk dan keluar pasar.

Membaca Rainbow Chart sebagai kerangka, bukan kepastian

Rainbow Chart kerap digunakan sebagai cara alternatif untuk memahami psikologi pasar—bukan sebagai ramalan pasti—dalam menilai kondisi overbought dan oversold berdasarkan pola historis. Dengan BTC berada di area yang disebut “Still Cheap” dan berada dekat ambang menuju zona “HODL!”, perhatian pasar kini tertuju pada pergerakan harga dalam beberapa pekan ke depan untuk melihat apakah Bitcoin akan memasuki fase bullish baru atau melanjutkan konsolidasi jangka pendek.