JAKARTA — Unit jazz asal Malang, Belly Jazz Trio, merilis single debut orisinal berjudul “Mimpi”. Lagu ini menjadi penanda perjalanan trio tersebut setelah membangun chemistry bermusik selama lebih dari tiga tahun.
Belly Jazz Trio digawangi Ratna Wina (vokal), Decky Anugrah (kibor), dan Aditya Nugraha (kontrabass). Proses kreatif “Mimpi” sebenarnya telah dirancang sejak tahun lalu, namun pengerjaan intensif—mulai dari penulisan lirik, aransemen musik, hingga rekaman—baru terealisasi sepenuhnya pada momen Ramadan tahun ini.
Decky Anugrah yang juga bertindak sebagai produser menyebut perilisan ini sebagai wujud komitmen kolektif para personel untuk meninggalkan jejak di kancah musik nasional. “Rencana mewujudkan karya pertama Belly Jazz Trio ini sudah sejak tahun 2025, dan akhirnya terwujud di tahun 2026 ini. Proses pembuatan lirik, musik, dan rekaman kami lakukan di bulan Ramadan yang lalu,” ujar Decky dalam keterangannya, Kamis, 30 April.
Secara musikal, Belly Jazz Trio memilih ballad sebagai napas utama single perdana mereka. Pilihan tersebut didasarkan pada kesamaan referensi musik di antara ketiga personel yang kerap bersinggungan dengan nuansa jazz yang tenang dan kontemplatif.
Dari sisi lirik, “Mimpi” mengangkat tema melankolis tentang relasi yang gagal terwujud. Narasinya menggambarkan dilema seseorang yang tidak memiliki keberanian mengungkap rasa kagum, meski sosok yang dicintai berada di depan mata. Perasaan itu akhirnya hanya tersimpan dan hadir sebagai bunga tidur.
Ratna Wina berharap lagu ini dapat menemani pendengar dalam situasi santai. “Semoga ‘Mimpi’ bisa jadi teman ketika menikmati kopi di sore hari, atau teman ketika membaca buku sebelum tidur di malam hari. Dan semoga bisa jadi cermin untuk siapapun yang sedang mengagumi seseorang tetapi tidak sanggup untuk mengatakan perasaannya,” tutur Ratna.
Dalam proses produksi, Belly Jazz Trio menggandeng Paraduta Record untuk sesi rekaman, sementara mixing dan mastering ditangani Paraduta Hanung. Adapun artwork single ini dipercayakan kepada ilustrator Wahyu Widodo.
Trio tersebut memproyeksikan “Mimpi” sebagai gerbang pembuka menuju rangkaian karya orisinal berikutnya. Mereka menegaskan tidak akan berhenti pada satu single dan berencana terus memproduksi lagu-lagu baru sebagai kontribusi bagi perkembangan musik jazz di Indonesia.