Boyolali – Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Kabupaten Boyolali menggelar rapat internal di kantor Bawaslu Boyolali, Selasa (14/4/2026) pukul 11.00 WIB. Rapat yang dipimpin Koordinator Divisi P2H, Muhamad Mahmudi, diikuti seluruh staf divisi dan berlangsung sekitar satu setengah jam.
Dalam rapat tersebut, P2H membahas tiga agenda yang dinilai strategis untuk memperkuat upaya pencegahan, mendorong partisipasi masyarakat, serta meningkatkan fungsi kehumasan lembaga dalam pengawalan demokrasi di Kabupaten Boyolali.
Agenda pertama adalah penyusunan dan pelaksanaan uji petik terhadap data pemilih. Mahmudi menginstruksikan jajarannya untuk segera melakukan pengecekan lapangan yang difokuskan pada dua kategori, yakni pemilih baru yang telah memenuhi syarat dan pemilih yang sudah meninggal dunia. Hasil uji petik itu akan diolah menjadi bahan saran perbaikan yang disampaikan kepada KPU Boyolali terkait Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB).
Agenda kedua berkaitan dengan persiapan publikasi konten kehumasan dalam rangka Hari Kartini pada 21 April. Mahmudi meminta tim kehumasan merancang konten kreatif yang mengangkat semangat kepahlawanan, emansipasi, serta peran perempuan dalam pengawasan pemilu.
“Kita bisa memanfaatkan momen Kartini untuk menunjukkan bahwa Bawaslu Boyolali mendukung peran aktif perempuan, baik sebagai pengawas, staf, maupun partisipan dalam demokrasi. Buat konten yang ringan, informatif, tapi tetap mengena. Bisa berupa grafis, video pendek, atau kutipan inspiratif dari tokoh perempuan pengawas pemilu,” ujar Mahmudi.
Agenda ketiga adalah rencana sosialisasi pengawasan partisipatif yang menyasar lingkungan sekolah. Mahmudi menjelaskan, kegiatan ini ditujukan untuk menjangkau pemilih pemula sekaligus menghimpun partisipasi masyarakat (parmas) di kalangan pelajar terkait pemilu dan demokrasi.
Menurutnya, sosialisasi akan melibatkan pengawas kecamatan serta pengawas desa/kelurahan di wilayah sekitar sekolah. Metode yang direncanakan meliputi diskusi interaktif, penyebaran kuesioner sederhana, serta pembentukan duta pengawasan partisipatif di tingkat sekolah.
Dalam waktu dekat, P2H menargetkan penyusunan daftar sekolah prioritas, dimulai dari SMA/SMK sederajat di wilayah Boyolali melalui program “Bawaslu Goes to School”. Rapat ditutup dengan pembagian tugas untuk penyusunan jadwal uji petik, pembentukan tim kreatif konten Hari Kartini, serta penunjukan tim fasilitator sosialisasi ke sekolah-sekolah.