BERITA TERKINI
Banyuwangi Culture Every Week Digelar Hybrid, Jadi Wadah Ekspresi Seni Pelajar di Rogojampi

Banyuwangi Culture Every Week Digelar Hybrid, Jadi Wadah Ekspresi Seni Pelajar di Rogojampi

Banyuwangi kembali menguatkan citra sebagai kota festival melalui gelaran Banyuwangi Culture Every Week (BCE). Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi ini berlangsung pada Sabtu, 27 Maret 2021, di aula SMA Negeri 1 Rogojampi, dengan konsep Colorful Hybrid Concept yang memadukan pelaksanaan luring dan daring.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan santunan bagi anak yatim piatu. Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah kemudian memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan tersebut.

Digelar rutin setiap Sabtu dan disiarkan daring

BCE melibatkan pelajar SD/MI, SMP, hingga SMA se-Kecamatan Rogojampi. Pertunjukan dapat disaksikan secara langsung di lokasi acara dan juga melalui siaran langsung di kanal YouTube serta Instagram Banyuwangi Tourism.

Menurut penyelenggara, BCE merupakan gelaran seni budaya khusus pelajar yang dimulai sejak 6 Maret 2021 dan direncanakan berjalan hingga satu tahun ke depan. Program ini menampilkan ragam atraksi seni tradisi Banyuwangi secara bergilir oleh pelajar, setelah sempat terhenti akibat pandemi virus korona.

Pelaksanaan BCE dijadwalkan rutin setiap hari Sabtu pukul 15.00–17.00 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

Wabup: wadah ekspresi dan konsolidasi budaya

Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah menyebut kegiatan ini menjadi ruang bagi pelajar untuk mengekspresikan kemampuan di bidang seni budaya khas Banyuwangi. Ia menilai BCE spesial karena menghadirkan tampilan seni budaya berbasis digital yang dapat diakses lebih luas.

“Kegiatan BCE ini kita gelar dalam rangka memberikan wadah atau tempat untuk mengekspresikan kemampuan di bidang seni budaya khas Banyuwangi khususnya untuk pelajar, setelah kurang lebih setahun terhenti akibat pandemi korona,” kata Sugirah.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan orang tua dan guru terhadap kegiatan seni budaya yang dinilai dapat ikut mendukung destinasi wisata Banyuwangi. Sugirah menyebut kegiatan ini sekaligus menjadi sarana konsolidasi budaya, terutama budaya Banyuwangi atau Blambangan.

Dinas Pendidikan: seni budaya berbasis digital

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Suratno, juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut istimewa karena menyajikan pertunjukan seni budaya berbasis digital melalui skema luring dan daring.

“Acara ini sangat spesial, karena dapat menghadirkan tampilan seni budaya berbasis digital,” ujar Suratno.

Ia menambahkan, BCE digelar untuk memberikan wadah bagi pelajar dalam mengekspresikan kemampuan seni budaya khas Banyuwangi. Dengan siaran daring, masyarakat dapat menyaksikan pertunjukan tanpa harus keluar rumah dan berkerumun di lokasi acara.

Ragam penampilan pelajar Rogojampi

Gelaran BCE di Rogojampi menampilkan berbagai karya seni pertunjukan dari pelajar lintas jenjang. Sejumlah penampilan yang disebutkan dalam acara ini antara lain:

  • Tembang Kawah Ijen oleh MI Islamiyah Rogojampi
  • Musikalisasi puisi oleh Adilla, Azalea, Istiqlal
  • Jejer Gandrung Kembang Menur oleh SMP Negeri 3 Rogojampi
  • Tari Rijig-Rijig oleh SDN 1 Lemahbangdewo
  • Tari Kembang Pesisiran oleh SMA Negeri 1 Rogojampi
  • Penampilan band oleh SDN 1 Rogojampi
  • Penampilan band oleh SMA Negeri 1 Rogojampi
  • Tari Jakripah oleh SMP Negeri 2 Rogojampi
  • Tari Punjari oleh SMK NU Rogojampi
  • Tari Rodat Si’iran oleh SMK PGRI Rogojampi
  • Penutup: menyanyikan Umbul-umbul Blambangan oleh seluruh artis

Moh. Faris, salah satu seksi acara, menyampaikan bahwa BCE menampilkan ragam atraksi seni budaya dan tradisi di Kecamatan Rogojampi dengan melibatkan pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA di wilayah tersebut.

Festival tetap berjalan melalui format hybrid

Selain BCE, disebutkan pula bahwa Banyuwangi Festival tahun ini diselenggarakan secara luring dan dapat disaksikan secara daring melalui aplikasi Banyuwangi Tourism atau kanal YouTube Banyuwangi Tourism dengan citra 360 derajat.

Melalui format hybrid, penyelenggara berharap kegiatan seni pertunjukan tetap dapat berjalan sekaligus mengobati kerinduan pelajar terhadap panggung seni setelah masa jeda lebih dari setahun akibat pandemi.