BERITA TERKINI
Bank Mandiri Jadwalkan RUPST 29 April 2026, Bahas Dividen hingga Buyback Saham

Bank Mandiri Jadwalkan RUPST 29 April 2026, Bahas Dividen hingga Buyback Saham

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025 pada 29 April 2026 pukul 14.00 WIB di Jakarta Selatan. Rapat akan diselenggarakan secara elektronik melalui fasilitas Electronic General Meeting System KSEI (eASY.KSEI) yang disediakan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip pada 7 April 2026, manajemen menyampaikan pemegang saham yang berhak menghadiri rapat adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 6 April 2026.

Sejumlah agenda strategis dijadwalkan dibahas dalam RUPST tersebut. Perseroan akan meminta persetujuan atas laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025, termasuk penetapan penggunaan laba bersih yang berpotensi mencakup pembagian dividen.

Selain itu, rapat juga akan membahas penetapan remunerasi bagi direksi dan dewan komisaris, penunjukan akuntan publik, serta pengkinian rencana aksi pemulihan (recovery plan) sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan manajemen risiko.

Bank Mandiri turut melaporkan realisasi penggunaan dana dari penerbitan obligasi berwawasan lingkungan (green bond) dan obligasi keberlanjutan yang dilakukan sepanjang 2025.

Agenda penting lainnya mencakup persetujuan rencana pembelian kembali (buyback) saham dan pengalihan saham hasil buyback sebagai saham treasuri. Sebelumnya, Bank Mandiri telah mengumumkan rencana buyback saham dengan nilai maksimal Rp1,17 triliun, yang akan dimintai persetujuan dalam RUPST.

Rapat juga dijadwalkan membahas perubahan susunan pengurus perseroan, termasuk kemungkinan pergantian direksi atau komisaris.

Dari sisi kinerja, Bank Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi Rp56,3 triliun sepanjang 2025. Pencapaian ini ditopang pertumbuhan kredit menjadi Rp1.895 triliun atau naik 13,4% secara tahunan (year on year/yoy), serta pendapatan bunga bersih mencapai Rp106 triliun.

Kinerja penghimpunan dana juga tercatat solid. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 23,9% yoy menjadi Rp2.105,8 triliun. Dana murah (CASA) naik 12,6% yoy menjadi Rp1.431,4 triliun, sehingga likuiditas perseroan dinilai tetap memadai untuk mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan.