Bank Jakarta menegaskan komitmennya untuk melanjutkan agenda transformasi di tengah perubahan cepat dalam lanskap industri perbankan, pergeseran perilaku nasabah, serta perkembangan teknologi. Bank daerah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini sejak Juni 2025 resmi berganti nama dari Bank DKI menjadi Bank Jakarta.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo menyatakan ekspektasi publik terhadap Bank Jakarta terus meningkat, sehingga perubahan berkelanjutan menjadi langkah yang tidak terhindarkan. “Ekspektasi terhadap Bank Jakarta semakin tinggi, sehingga dalam kondisi seperti ini tidak ada pilihan lain selain berubah secara berkelanjutan,” ujar Agus dalam keterangan tertulis, Senin (13/4/2026).
Sejalan dengan itu, Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi mengatakan capaian terbaru akan menjadi pendorong untuk memperkuat pondasi transformasi. Ia menyebut Bank Jakarta optimistis dapat terus berakselerasi dan mengambil peran lebih besar. “Melalui berbagai langkah inisiatif, Bank Jakarta optimis dapat terus berakselerasi, dan mengambil peranan lebih besar dari sekadar bank yakni enabler pertumbuhan Jakarta sebagai kota global,” katanya.
Komitmen transformasi tersebut memperoleh pengakuan melalui ajang TOP BUMD Awards 2026 yang diselenggarakan Majalah Top Business bersama Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) dan sejumlah lembaga independen. Dalam ajang itu, Bank Jakarta meraih penghargaan TOP BUMD Awards 2026 BPD Bintang 5 (Excellent), medali Golden, serta penghargaan TOP CEO BUMD 2026 untuk Agus H. Widodo.
Selain itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga dianugerahi sebagai TOP Pembina BUMD 2026.
Agus menyampaikan apresiasi kepada nasabah dan para pemangku kepentingan atas kepercayaan yang diberikan. “Menjadi sebuah kebanggaan bagi kami untuk dapat terus memberikan layanan terbaik, dan berkontribusi terhadap pembangunan Kota Jakarta,” ujarnya.
TOP BUMD Awards yang telah berlangsung sejak 2016 menilai lebih dari 1.170 BUMD di seluruh Indonesia melalui proses seleksi, mulai dari pengisian kuesioner, wawancara mendalam, hingga sidang pleno dewan juri. Penilaian dilakukan terhadap kinerja bisnis, inovasi, tata kelola, serta kontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah.
Melalui capaian tersebut, Bank Jakarta menegaskan transformasi tidak hanya menjadi agenda internal, melainkan strategi berkelanjutan untuk merespons tantangan industri perbankan dan mendukung Jakarta menuju kota global.