BERITA TERKINI
Bamus DPRD Makassar Matangkan Jadwal Reses Mei dan Agenda Kunjungan Kerja hingga Monev Triwulan II

Bamus DPRD Makassar Matangkan Jadwal Reses Mei dan Agenda Kunjungan Kerja hingga Monev Triwulan II

MAKASSAR — Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kota Makassar kembali membahas jadwal agenda kegiatan kedewanan dalam rapat, termasuk mematangkan pelaksanaan reses ketiga masa persidangan ketiga tahun sidang 2025/2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 18–23 Mei. Selain reses, rapat juga menegaskan rangkaian agenda lain seperti kunjungan kerja, rapat panitia khusus (pansus), kegiatan pengawasan, serta monitoring dan evaluasi (monev) triwulan kedua.

Koordinator Bamus DPRD Makassar, Anwar Faruq, mengatakan seluruh agenda pada dasarnya sudah diatur, namun masih ada beberapa jadwal yang perlu disinkronkan karena berbenturan. Ia menekankan pentingnya pelaksanaan agenda kedewanan secara seimbang karena berkaitan dengan tanggung jawab DPRD dalam memastikan jalannya pemerintahan daerah tetap berada pada jalur yang tepat.

“Ini bukan cuma soal reses saja ada juga kunjungan kerja, rapat pansus, pengawasan, sampai monev triwulan kedua. Semua ini harus jalan seimbang dan serius jangan sampai ada yang jalan setengah-setengah, karena semua punya dampak langsung ke masyarakat,” kata Anwar, Senin (4/5).

Menurut Wakil Ketua DPRD Makassar tersebut, reses tetap menjadi momentum utama bagi anggota dewan untuk turun langsung menyerap aspirasi warga. Namun, ia menilai agenda lain seperti kunjungan kerja dan pengawasan juga penting untuk memastikan efektivitas kebijakan pemerintah daerah. “Kalau reses, jelasmi kita turun dengarki masyarakat ta. Tapi kunjungan kerja juga penting, karena di situki kita lihat langsung pelaksanaan program pemerintah cocokkah dengan laporan, atau ada yang perlu dibenahi. Jadi jangan dipisah-pisahkan, semua ini saling berkaitan,” ujarnya.

Anwar juga menyoroti peran strategis pansus dalam pembahasan regulasi dan isu penting daerah. Ia meminta rapat pansus dimaksimalkan agar kebijakan yang dihasilkan berkualitas dan berpihak pada masyarakat. “Di pansus itumi kita bahas lebih dalam jadi jangan asal jadi. Harus betul-betul dikaji, didalami, supaya produk kebijakan yang kita hasilkan itu tidak bermasalah ke depan dan bisa menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, ia memberi perhatian pada agenda pengawasan dan monev triwulan kedua yang dinilai penting untuk mengukur kinerja pemerintah daerah dan kesesuaian pelaksanaan program dengan target. “Pengawasan dan monev juga sah satunya kami mau lihat sejauh mana program pemerintah berjalan. Apakah sudah sesuai target atau belum kalau ada yang melenceng, di situki kita kasih catatan dan dorong perbaikan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Persidangan DPRD Makassar Widiawati Said menyampaikan bahwa seluruh agenda telah disusun dengan mempertimbangkan efisiensi waktu dan optimalisasi pelaksanaan kegiatan. Ia menyebut sekretariat berupaya memastikan jadwal tersusun rapi dan tidak saling bertabrakan.

“Kami di sekretariat memastikan seluruh agenda tersusun rapi, terukur, dan tidak saling bertabrakan. Karena ini agenda besar, mulai dari reses, kunjungan kerja, pansus, sampai pengawasan dan monev. Jadi semua harus diatur dengan baik supaya pelaksanaannya maksimal,” ujar Widiawati.

Ia menambahkan, penjadwalan yang matang menjadi kunci menjaga produktivitas DPRD di tengah padatnya agenda persidangan. “Kalau penjadwalannya jelas, tentu pelaksanaan di lapangan juga lebih terarah itu yang kita jaga, supaya seluruh fungsi DPRD legislasi, pengawasan, dan penganggaran tetap berjalan optimal,” tuturnya.