BERITA TERKINI
ASITA Bali Siapkan Bali Tourism Run sebagai Agenda Tahunan, Bidik Pelari Mancanegara

ASITA Bali Siapkan Bali Tourism Run sebagai Agenda Tahunan, Bidik Pelari Mancanegara

Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Bali menyiapkan Bali Tourism Run sebagai agenda tahunan yang akan digelar bergilir di seluruh kabupaten/kota di Bali. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat daya saing destinasi pariwisata di Pulau Dewata.

Sekretaris ASITA Bali, I Nyoman Subrata, menyatakan rencana tersebut merupakan kelanjutan dari penyelenggaraan perdana Bali Tourism Run pada 21 April 2024. Ajang pertama itu melibatkan komunitas pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga peserta dari luar negeri.

“Pengalaman penyelenggaraan pertama menjadi modal penting bagi kami untuk menggelar event kedua. Banyak anggota kami juga aktif mengikuti ajang lari internasional, sehingga memudahkan pelaksanaan event ini,” ujar Subrata di Denpasar, Rabu (29/4/2026).

Menurut Subrata, dukungan pemerintah dan berbagai pihak, termasuk sektor perbankan, diharapkan dapat memperkuat sumber daya penyelenggaraan. Dengan dukungan tersebut, ASITA menargetkan jumlah peserta meningkat dan kualitas peserta lebih beragam, termasuk dari luar Bali dan mancanegara.

Subrata menjelaskan Bali Tourism Run akan digelar setiap tahun dengan lokasi yang berbeda-beda di seluruh Bali. Ia menekankan bahwa penguatan daya saing destinasi pariwisata menjadi salah satu fokus utama, mengingat lebih dari 50 persen pendapatan Bali ditopang oleh sektor pariwisata.

ASITA juga melakukan penyesuaian nama kegiatan menjadi Bali Tourism Run sebagai bagian dari upaya membangun identitas acara yang melekat pada Bali, bukan pada penyelenggara tertentu. “ASITA hanya pelopor dan panitia. Pemerintah harus mendukung karena ini wadah promosi daerah,” kata Subrata.

Untuk penyelenggaraan tahun ini, kawasan Jatiluwih di Kabupaten Tabanan dipilih sebagai lokasi kegiatan. ASITA menilai Jatiluwih, yang dikenal sebagai kawasan warisan budaya UNESCO, memiliki daya tarik promosi yang kuat.

Ke depan, ASITA berencana membawa ajang serupa ke destinasi lain yang belum terlalu dikenal agar semakin populer dan mendorong pemerataan kunjungan wisatawan di seluruh Bali. Subrata juga mengajak masyarakat serta komunitas pelari untuk ikut meramaikan kegiatan tersebut.

“Mari bersama-sama berlari sambil mempromosikan Bali ke dunia,” pungkasnya.