Angel Pieters merilis lagu terbaru berjudul “Garis Tangan” dalam sebuah acara yang berlangsung intim dan hangat. Dalam kesempatan itu, Angel menyambut langsung para tamu undangan. Acara tersebut tidak hanya menjadi ajang pemutaran perdana lagu, tetapi juga ruang bagi Angel untuk membagikan kisah personal di balik proses kreatifnya.
Angel menyebut “Garis Tangan” sebagai penanda kembalinya ia ke dunia musik setelah sempat mengambil jeda untuk fokus pada kehidupan pribadi, khususnya perannya sebagai ibu. Ia mengatakan fase tersebut membentuk perspektif baru dalam berkarya.
“Sekarang saya lebih lega, lebih bisa menikmati proses. Kalau dulu mungkin ada keinginan serba cepat, sekarang saya jalani semuanya dengan lebih santai dan tulus sebagai bentuk cinta saya terhadap musik,” ujar Angel.
Secara tema, “Garis Tangan” mengangkat keikhlasan dalam menerima takdir, dengan lirik yang emosional dan reflektif. Lagu ini ditulis oleh Kamga, musisi yang selama ini dikagumi Angel. Meski Kamga tidak hadir dalam acara tersebut, Angel menilai perannya besar dalam menghadirkan kedalaman makna pada lagu itu.
Angel juga mengungkap tantangan teknis saat membawakan “Garis Tangan”. Jika biasanya ia dikenal dengan karakter vokal yang kuat dan eksplosif, kali ini ia justru dituntut menahan emosi dan menyampaikan rasa secara lebih subtil.
“Saya harus belajar lagi bagaimana bernyanyi dengan perasaan yang lebih ditahan, lebih halus. Itu jadi challenge baru buat saya, tapi justru di situ serunya,” ucapnya.
Tak berhenti pada perilisan single, Angel turut memberi gambaran mengenai proyek berikutnya. Ia tengah mempersiapkan sebuah EP yang direncanakan rilis pada akhir 2026. Proyek tersebut disebut akan berisi karya-karya yang lebih personal sekaligus menunjukkan perkembangan musikalitasnya.
Menurut Angel, sebagian materi untuk EP itu sebenarnya sudah disiapkan sejak tahun lalu. Namun, seiring waktu, proses kreatifnya terus berkembang, terutama setelah ia semakin aktif berada di studio dan berinteraksi dengan berbagai musisi.
Dalam proyek EP ini, Angel juga mulai terlibat lebih dalam sebagai penulis lagu. Ia mengaku sedang melatih kemampuan menulis lirik dan telah mencoba menulis beberapa lagu sendiri.
“Sekarang saya lagi belajar nulis lirik, dan puji Tuhan sudah ada tiga sampai empat lagu yang saya coba tulis sendiri. Ini jadi pengalaman baru yang sangat berarti buat saya,” ungkapnya.
Angel berharap EP mendatang dapat menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan pendengar, tidak hanya melalui lagu, tetapi juga lewat konsep acara yang lebih personal seperti listening session.
Perilisan “Garis Tangan” menjadi langkah awal Angel Pieters menuju fase baru dalam kariernya, dengan pendekatan yang lebih matang dan jujur secara emosional, sekaligus memberi ruang lebih besar pada proses berkarya yang ia jalani.