Vokalis Evanescence, Amy Lee, mengungkapkan bahwa album terbaru bandnya yang berjudul Sanctuary menjadi ruang penting baginya untuk mengekspresikan perasaan. Ia menyebut album tersebut sebagai “tempat perlindungan” di tengah berbagai tekanan hidup dan kondisi dunia yang dinilainya penuh ketidakpastian.
Lee mengatakan musik selama ini menjadi tempat baginya untuk berbicara secara bebas tanpa batasan. Perasaan itu, menurutnya, semakin kuat saat proses pembuatan album sebelumnya yang berlangsung bertepatan dengan masa pandemi.
“Di saat-saat sulit, musik menjadi tempat saya untuk mengatakan apa saja tanpa batasan, dan tanpa larangan. Salah satunya, ketika banyak hal terasa tidak pasti, termasuk masa depan dan rencana tur kami,” kata Amy Lee dalam kanal YouTube Audacy Music, Jumat, 10 April 2026.
Ia menambahkan, musik bukan hanya menjadi ruang pribadi baginya, tetapi juga sarana untuk memberi kebahagiaan bagi para penggemar. Dalam kesempatan itu, Lee turut menjelaskan alasan Evanescence memilih lagu Who Will You Follow sebagai single pertama dari album Sanctuary.
Menurut Lee, lagu tersebut justru termasuk yang terakhir dibuat dalam proses produksi. Ia menyebut bahwa pemilihan single pembuka kerap jatuh pada lagu yang rampung di tahap akhir karena dianggap paling mewakili keseluruhan album.
“Waktu lagu itu selesai, kami langsung merasa itu yang tepat untuk jadi pembuka album,” ujarnya. Lee juga menyampaikan bahwa Who Will You Follow merupakan lagu kedua terakhir yang diselesaikan, dan seluruh personel langsung sepakat menjadikannya single pembuka.
Album Sanctuary dijadwalkan rilis pada 5 Juni 2026 dengan total 12 lagu.
Sementara itu, pengamat musik ekstrem Jaimunji menilai penulisan lirik Who Will You Follow sangat mengesankan. Ia menyebut lirik lagu tersebut mengingatkannya pada era awal kejayaan alternative rock pada awal 2000-an.
“Saya menyukai teknik penulisan liriknya. Lagu ini membuat saya kembali teringat masa ketika alternative rock sedang berjaya di awal 2000-an,” kata Jaimunji.
Ia juga menyoroti perpaduan vokal melankolis Amy Lee dengan hentakan riff gitar yang kuat, yang menurutnya mengingatkan pada era album Fallen, salah satu tonggak penting dalam perjalanan karier Evanescence.
“Suara Amy Lee yang seperti malaikat selalu menghantui siapa saja yang mendengarkan. Ditambah hentakan riff gitar, tentunya ini menjadi suatu hal yang indah dan megah,” ujarnya.