Penyanyi remaja Alala Zahra merilis single perdana berjudul Bundaku Tersayang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Karya debut ini diperkenalkan sebagai persembahan emosional untuk para ibu di Indonesia.
Mengusung genre pop akustik, lagu tersebut menampilkan aransemen bernuansa intim dengan ragam instrumen. Selain gitar akustik dan perkusi, ada pula sentuhan instrumen string seperti violin, viola, cello, dan contra bass yang memberi karakter kuat pada keseluruhan lagu.
Alala menyampaikan harapannya agar lagu itu dapat menemani pendengar yang ingin terus mengingat dan membahagiakan ibunya. “Semoga lagu ini bisa jadi teman untuk semua yang ingin selalu mengingat dan membahagiakan bundanya,” ujar Alala Zahra.
Secara tema, Bundaku Tersayang bercerita tentang bakti dan kasih sayang seorang anak kepada ibunya. Liriknya menggambarkan keinginan untuk membahagiakan serta membalas pengorbanan sang ibu sepanjang hayat, sehingga pesannya terasa dekat bagi banyak orang. Alala juga berharap lagu ini menjadi energi positif, terutama bagi generasi muda, agar lebih menghargai orang tua di tengah kesibukan sehari-hari.
Dalam proses produksi, Alala bekerja bersama tim berpengalaman. Lagu ini diciptakan sekaligus diproduseri oleh Edward Faisal, sementara proses mixing dan mastering ditangani Reggie Chasmala. Single tersebut dirilis di bawah label independen Chakiiyama Production.
Di usianya yang baru 13 tahun dan masih duduk di kelas 7 SMP, Alala turut berkontribusi memainkan gitar akustik dalam lagunya. Di luar musik, ia juga dikenal sebagai atlet figure skating yang disebut berprestasi di tingkat internasional, dengan catatan meraih juara 1 pada Indonesia Ice Skating Open 2026 dan Skate Jakarta 2026.
Single Bundaku Tersayang kini tersedia di berbagai platform streaming digital. Video lirik resminya juga telah diunggah di kanal YouTube Alala Zahra.