Jakarta — Penyanyi sekaligus penulis lagu Aku Jeje merilis single terbaru berjudul “Bila”. Karya ini hadir setelah lagu “Lihat Kebunku (Taman Bunga)” mencatat hampir 100 juta pemutaran di Spotify.
Dalam “Bila”, Aku Jeje menghadirkan refleksi tentang ruang sunyi di ujung cerita cinta—ruang bagi mereka yang memilih tetap tinggal dan menanti kepulangan yang tak kunjung datang. Nuansanya dibuat lebih intim, tidak semata menonjolkan kegalauan, melainkan menjadi “pelukan” musikal bagi pendengar yang bertahan di tengah ketidakpastian.
Aku Jeje selama ini dikenal lewat warna musik yang memadukan Pop, Folk, Jazz, dan Bossa Nova, sekaligus menghadirkan rasa nostalgia. Dengan lebih dari 7,6 juta pendengar bulanan, ia terus mengeksplorasi ruang antara kepolosan masa kecil dan introspeksi masa dewasa, termasuk lewat melodi yang ia gambarkan sebagai rahasia yang dibagikan secara tulus kepada pendengarnya.
Menjelaskan proses kreatifnya, Aku Jeje menyebut “Bila” sebagai lagu tentang keberanian. Bukan keberanian untuk menyerah, melainkan keberanian yang menurutnya paling sulit: memaafkan masa lalu agar dapat membuka lembaran baru.
“Dia melihat penderitaan mereka, dia mendengar doa mereka, dan dia mengubah keheningan mereka menjadi sebuah lagu,” kata Aku Jeje.
Ia menuturkan, lagu tersebut menangkap momen ketika seseorang akhirnya berdamai dengan penantiannya sendiri, menjadikan musik sebagai medium penyembuhan emosional. “Bila” juga dirancang untuk menemani perjalanan pendengar dalam proses pendewasaan, saat mengikhlaskan dipahami sebagai bentuk kasih sayang tertinggi untuk diri sendiri.
Dengan sentuhan sinematik yang emosional, single “Bila” kini telah tersedia di berbagai platform streaming musik digital.